Asosiasi Penyanyi Korea Minta BTS Batalkan Keputusan Hiatus, Army Marah Besar : Dih Kok Ngatur? Mereka Bukan Robot

BTS. Foto : Instagram/Weverse.

POJOKSATU.id, TAGAR #BTSItsOkayToRest dan #LeaveThemAlone menjadi trending topik di Twitter usai Asosiasi Penyanyi Korea merilis pernyataan pers meminta BTS membatalkan hiatus atau jeda sementara dari aktivitas grup.


Army-fans BTS meluapkan amarah mereka karena apa yang disampaikan Asosiasi Penyanyi Korea membuat member BTS jadi terbebani. Padahal, sebagai manusia, BTS berhak menikmati hidup personal dan menjalani keputusan yang telah dibuat pekan lalu itu.

Dilansir dari AllKpop, Rabu (22/6/2202), Presiden Asosiasi Penyanyi Korea, Lee Ja Yeon, mengatakan telah mengirimkan pesan ke BTS dan Label HYBE.

Dia mengatakan khawatir dengan jeda yang dilakukan BTS akan berdampak negatif bagi industri musik Korea.


“Saya diliputi oleh ketakutan dan kekhawatiran saya bahwa ‘BTS Hallyu Wave’, sebuah gerakan yang memiliki kekuatan budaya terbesar yang pernah disaksikan dunia, akan segera lenyap,” ujarnya.

Ja Yeon mengatakan akan sulit menemukan pengganti BTS seperti tidak mudahnya mencari pengganti The Beatles. “Kami telah sampai pada titik di mana sulit untuk mengharapkan ‘Next BTS’ muncul dalam waktu dekat. ada kekhawatiran besar bahwa detak jantung Hallyu akan berhenti,” ungkapnya.

Baca juga : Wow, Charlie Puth Umumkan Rilis Lagu Baru Kolaborasi dengan Jungkook BTS

Baca juga : Kabar Hiatus Jadi Bola Liar, RM dan Jungkook Klarifikasi : BTS Tidak Akan Bubar, BTS untuk Selamanya

Lee Ja Yeon kemudian memohon, “Keputusan untuk mempublikasikan pernyataan ini bukanlah keputusan yang mudah. ​​Tolong, maukah Anda mempertimbangkan kembali keputusan untuk hiatus grup, demi masa depan industri musik Korea Selatan?”.

Lee Ja Yeon juga menambahkan, jika BTS hiatus, misinonais budaya Korea Army, juga pergi. “Industri pariwisata Korea Selatan akan menderita, dan akan sulit untuk mengharapkan masa depan bagi Korea Selatan sebagai hubungan budaya di Asia,” bebernya.

Dia juga meminta pemerintah dan nasional Majelis Korea Selatan untuk mempertimbangkan wajib militer untuk member BTS dan agar tidak jadi hiatus. “BTS dapat terus berpromosi secara aktif sebagai sebuah grup. Silakan lakukan revisi undang-undang dinas militer yang ada,” tegasnya.

Pernyataan Lee Ja Yeon langsung direspon netizen. Army menghujatnya dan memintanya tidak menggangu BTS.  Fans yakin keputusan member untuk meluangkan waktu bersolo karir untuk sementara waktu adalah curahan hati yang harus didengar setelah hampir 10 tahun bergrup.

“Dih kok ngatur,” komen Army Indonesia di Twitter.

“Dari sebanyak itu Idol KPop, enggak ada apa yang bisa gantiin Bangtan (sapaan BTS), Lu manfaatin banget Bangtan ya! Bangtan manusia, bukan robot, tugas lo buat cari idol-idol lain yang bisa gantiin Bangtan! Leave BTS alone,” komen yang lain.

“Habis baca ini kesal dengan kata-kata ‘jika BTS pergi maka blablabla dan Army juga pergi’. Lah, lu aja yang pergi, Army telah di sini nunggu Bangtan,” sahut yang lain.

“Enggak usah dengarin bisikan setan di luar sana, kalian bukan robot. Kalian bisa cape, kalian butuh istirahat,” sebut netter.

“10 tahun itu waktu yang lama, mereka manusia punya rasa jenuh dan keputusan buat istirahat sudah hal yang benar, enggak usah ngatur, enggak usah bacot. Leave them alone,” tegas Army.

Seperti diketahui, BTS telah mengumumkan jeda dari aktivitas grup dan memberikan porsi lebih untuk member mengeluarkan projek solo. Pihak label menyebut ini bukan hiatus, karena BTS masih akan syuting Run BTS, namun belum diketahui kapan dimulai lagi.

Army yang sempat sedih dengan keputusan BTS untuk istirahat, akhirnya memahami ini yang terbaik buat member. Tanggl 24 Juni, Jungkook akan memulai projek di luar grup dengan Charlie Puth dan J-Hope merilis lagu solonya pada Juli 2022 dan diikuti member lainnya. (nin/pojoksatu)