Sebut Kasusnya Tak Wajar, Nikita Mirzani : Dito Ini Orang Jakarta, Kok Bisa Buat Laporan di Banten

Rumah Nikita Mirzani didatangi polisi
Rumah Nikita Mirzani didatangi polisi dinihari.

POJOKSATU.id, NIKITA Mirzani mengungkapkan beberapa keganjilan kasus dugaan pelanggaran UU ITE atas laporan Dito Mahendra, kekasih Nindy Ayunda, yang membuatnya nyaris dijemput paksa polisi Polres Serang Kota Banten.


Diantaranya, soal banyaknya surat panggilan yang diterima Nikita Mirzani padahal Dito baru melaporkannya pada 16 Mei 2022.

“Tidak wajar, dalam satu minggu, surat panggilan polisi itu datang 12 kali. Dilaporin 16 Mei sama Dito Mahendra, prosedurnya enggak bisa dong ujuk-ujuk dipanggil,” jelas Nikita dikutip Pojoksatu.id dari kanal KH Infotainment, Rabu (15/6/2022).


Dia mengatakan surat panggilan pertama yang datang kepadanya pada 25 Mei 2022 lalu 28 Mei.

“Karena enggak bisa, habis itu saya enggak bisa datang, besok datang lagi besok datang lagi, kayak maksa, preman. Alhamdulillah terekam CCTV, takutnya dibilang bacot doang, gua berantem aja berani,” ujarnya.

Baca Juga : Nikita Mirzani Tuding Polisi Masuk ke Dapur Hingga Rusak Jendela, Polda Banten Makin Geram

Baca juga : Nikita Mirzani Nyaris Dijemput Paksa Polisi dari Rumahnya, Ternyata Laporan Polisi Kekasih Nindy Ayunda

Nikita menambahkan karena tak digubrisnya, surat panggilan polisi itu beralih ke rumah Kepala RT kediaman Nikita. “Kenapa jadi ke pak RT,” lanjutnya.

Disebutkannya pada surat panggilan dirinya sebagai saksi, dirinya diharuskan datang tanggal 13 Juni 2022. Hanya beda dua hari, Nikita heran mengapa polisi langsung datang dinihari mau menangkapnya. “Jam 3 datang bawa surat penangkapan, kan enggak masuk akal,” tegasnya.

Diapun heran surat panggilan itu diantar oleh polisi. “Polisi ngantar dari Serang ke Pak RT, itu sudah enggak wajar. Saya enggak kenal Dito tapi Dito pasti kenal saya, karena dia pernah mengirimkan uang atas nama Askara Prasady Harono (mantan suami Nindy Ayunda),” tuturnya.

“Saya sama Dito tidak kenal sama sekali dan tidak da urusan apapun. Tapi enggak tahu dia selalu mengganggu hidup saya,” sambungnya.

Dugaan Nikita, Dito terlibat atas kejadian teror yang dialaminya beberapa kali. Diapun mempertanyakan bagaimana Dito bisa melapor di Polres Serang Kota Banten, padahal warga Jakarta.

“Dito ini orang Jakarta, kok bisa buat laporan di banten. Kalau cara begini pikirin kotor saya jadinya kesana (dugaan Dito dekat dengan pejabat Polres Serang),” ujarnya.

Nikita juga memastikan saat upaya penangkapan dirinya Rabu dinihari, polisi memaksa masuk ke rumahnya.

“Eh kan ada videonya, lah ini masuknya kemana kalau ke sini (halaman rumahnya). Ini dimana (pekarangan), jendela di rusak. Saya bilang sama pak polisinya, rumah saya ada CCTV, enggak percaya,” pungkas Nikita Mirzani. (nin/pojoksatu)