Kritik Rencana Tarif Baru Tiket Candi Borobudur, Tere Liye : Selamat Datang di Sistem Kasta Baru

Tere Liye
Postingan Tere Liye yang mengkritik rencana tarif baru tiket masuk Candi Borobudur.

POJOKSATU.id, PENULIS buku ternama Tere Liye mengkritik keras rencana pemerintah lewat Luhut Panjaitan menaikkan tarif masuk Candi Borobudur.


Tere Liye menilai kenaikan tarif tiket masuk Candi Borobudur akan memperjelas kasta dalam masyarakat Indonesia. Dimana, hanya yang berduit saja bisa baik ke tangga atas, sementara yang tak mampu cukup hanya di halaman.

“Selamat datang di sistem ‘kasta’ baru! Saat manusia dikasih tingkatan sesuai duit yang mereka punya. Kamu kasta rendah? Sana, foto-foto saja di bawah sana. Kejam sekali, Kawan,” tulisnya di akun Facebook-nya.


Tere Liye mempertanyakan kebijakan rencana tarif baru. “Yang bikin Borobudur siapa, yang mungut duit kok kamu? Dengan alasan banyak banget,” sentilnya.

Dia mengatakan jika alasan ingin menjaga candi, seharusnya, kebijakan yang dibuat buat semua kalangan tidak boleh naik ke tangga atas, bukan pengelompokan buat yang berduit.

Baca Juga : Sindir Luhut Panjaitan soal Tarif Baru Masuk Candi Borobudur, Hanung Bramantyo : Angel Wes, Angel Tenan

“Nah, jika kamu bilang Borobudur ini nanti ambruk. Kamu tutup saja dari tingkat pertama. Semua pengunjung cukup sampai di sana. Adil. Semua kena peraturan. Kalau adil, semua akan baik-baik saja, selesai,” tegasnya.
“Berhentilah bersilat lidah, sok peduli kelestarian, tapi kamu pasang tiket mahal,” lanjutnya.

Bagi Tere Liye bahkan jika pemerintah ingin membatasi pengunjung bukan dengan menaikkan tarif solusinya.

“Kalau soal membatasi yg naik, waduh, itu lebih mudah lagi. Mudah banget. Bukan dengan kamu kasih tiket mahal. Buanyak caranya,” sambungnya.

Tere mengataian sari dulu, lokasi wisata di Indonesia itu selalu saja begini. Ini bahkan belum ngomongin soal kebijakan lain, mulai wajib guide, sewa ini, sewa itu, dan sebagainya.

“Duh, Gusti, kamu-kamu itu pernah enggak sih ke tempat wisata di LN?,” sentilnya.

Tere Liye mengingatkan lagi, bukan pemerintah yang membangun Candi Borobudur.

“Sekali lagi, jika Borobudur ini kamu yg bangun, terserahlah. TAPI kamu itu cuma disuruh merawat, dan digaji pula lewat negara, BUMN. Kenapa sih kamu enggak bikin happy rakyat?,” sebutnya.

Dia menyarankan, pemerintah bebaskan tiket sampai halaman Candi Borobudur. “Tutup sampai di sana. Silahkan foto-foto. Borobudurnya aman, rakyat senang. Mulailah era baru, dimana kalian mulai bikin senang rakyat,” sarannya.

Untuk biaya perawatan Candi Borobudur, sejatinya kecil dan pemerintah bisa mengatasinya.

“Subsidi BBM, listrik bisa 400 trilyun, ngasih duit buat perawatan Borobudur kok susah. Atau kamu kelola dengan baik itu halaman Borobudur, tanah-tanah sekitar candi, itu bisa jadi sumber dana,” ungkapnya.

“Pantai-pantai di negara maju itu, cukup dari pajak dari restoran, hotel, dan lain-lain yang ada di pantai tersebut, bisa makmur kok. Pantainya gratis. Kenapa nggak bisa begini coba? Ayo direnungkan,” tuturnya.

Tere Liye berharap pemerintah bisa memulai dengan memihak rakyat kecil. “Mulailah era baru. Era saat kamu benar-benar memihak wong cilik. Karena sungguh, Borobudur itu bukan kamu yg bangun,” pungkasnya. (nin/pojoksatu)