Tak Ingin Dikasihani Karena Tumor Payudaranya, Marshanda : Gua Mau Menghabiskan Sisa Umur dengan Menolong Kalian

Marshanda idap tumor payudara
Marshanda idap tumor payudara dan ingin membantu orang di sisa usianya. Foto : Instagram/live IG.

POJOKSATU.id, PENYANYI Marshanda mengungkapkan keinginannya menjadi pribadi yang bermanfaat bagi banyak orang di tengah usahanya sembuh dari tumor payudara yang dideritanya.


Marsha mengatakan akan membantu follower atau netizen yang sedang bermasalah dengan mental. Dia siap dihubungi dan berdiskusi dan mencari solusi.

“Gua mau menghabiskan sisa umur gua, sampai saat ini dikasih nafas gue bersyukur. Gua mau menghabiskan sisa umur dengan menolong kalian,” ujarnya di Live Instagram-nya dari Singapura.


Dalam Live kali ini, Marshanda tampak lebih tenang dan bicara teratur dibanding Live sebelumnya yang mengabarkan penyakit tumor payudara.

“Gua pengen menghabiskan hari-hari di hidup gua sekarang, enggak tahu sampai kapan, mudah-mudahan sampai 150 tahun. Gua pengen menghabiskan hari-hari akhir di hidup ini yang enggak tahu sampai kapan, karena itu qadar lah,” sebutnya.

Baca Juga : Khawatir Meninggal Karena Tumor Payudaranya, Pesan Marshanda untuk Sang Ayah : Caca Ingin Minta Maaf

Marshanda mengungkapkan saat ini dirinya menyerahkan semua takdir hidupnya. Dia yakin Tuhan punya rencana yang terbaik. “Kalau ditakdirkan sembuh, aku akan sembuh. Kalau ditakdirkan sakit enggak masalah,” sambungnya.

Ben istri Ben Kasyafani ini mengingatkan netizen untuk tidak terlalu mengasihaninya. “Jangan bilang kasihan, aku petarung, aku bangga dengan diriku,” tukasnya.

Ini diungkapkapnya saat mendapati komentar netizen yang mengingatkan semua penderitaan mulai dari SD dibully, dihujat saat buka hijan hingga hak asuh anak hilang karena bipolar.

Baca Juga : Siapkan Kematian Karena Tumor Payudara, Marshanda Bawa Mukeda dan Sajadah ke Singapura

“Kalau gua enggak mengalami penderitaan dalam hidup gua, gua enggak akan jadi orang yang hebat seperi saat ini,” ujarnya.

Marshanda bangga karena dirinya mampu berdiri dan terbentuk dari bertahan dengan segara rintangan kehidupan. “Kalau gua enggak mengalami penderitaan itu, gua enggak akan jadi public figure pertama yang speak up tentang mental illness,” tegasnya.

“Aku menderita tentu, tapi dibutuhkan kegelapan yang paling gelap untuk melihat cahaya yang paling terang. Ini kekuatan, karen saat gua menderita Allah masih pegang tangan gua. Di saat orang enggak paham Marshanda, Allah pegang tangan gua,” tuturnya.

Baca Juga : Umumkan Idap Tumor Payudara, Marshanda Sudah Bicara Tentang Kematian

Oleh karenanya, Marshanda mempersilahkan netizen yang butuh teman bicara soal mental illness. “Guamau menghabiskan waktu sisa gua menjadi healer. Mudah-mudahan hari-hari gua di planet bumi ini, kontak gua kalau butuh,” sebutnya.

“Harus kalian ingat, semua ada tujuan. Kenapa gua tumor payudara mungkin ada alasannya. Gua mungkin bisa menolong kalian satu persatu, semoga hari-hari gue lebih bermanfaat, karena gua lebih percaya Tuhan dari gua percaya diri gue sendiri,” pungkas Marshanda. (nin/pojoksatu)