Surat Putra Siregar dari Balik Jeruji untuk Sang Istri : Sayang, Janganlah Bersedih

Putra Siregar
Surat Putra Siregar. Foto : Instagram/@septiasiregar17.

POJOKSATU.id, SUDAH sebulan lebih pengusaha dan influencer Putra Siregar mendekam di tahanan Polres Metro Jakarta Selatan, karena kasus dugaan pengeroyokan bersama sahabatnya Rico Valentino.


Selama itu juga Putra harus meninggalkan istri Septia, dan anak-anaknya penuh dengan kerinduan menjalani hari-hari tanpa sosok kepala rumah tangga.

Untuk menguatkan sang istrinya, Putra menuliskan surat tulisan tangannya. Surat itu diunggah Septia di akun Instagram-nya, Kamis (12/5/2022).

“Sebulan lebih sudah, 11 April 2022 sampai hari ini,” tulisnya pada caption unggahan surat di atas selembar kertas putih itu.


Septia menangis dan hanya bisa menuangkannya lewat emoticon.

Dalam surat itu, Putra Siregar tak banyak menuliskan kisahnya atau keluh kesahnya dalam tahanan. Dia murni hanya menyemangati istrinya dengan meminta Septia tidak menangis.

“Sayang, jangan bersedih. Tunggulah aku, tinggallah lebih lama bersamaku. Aku hanya terhukum, terhukum rindu. Doaka aku, semoga aminku dan aminmu bertemu,” demikian isi surat Putra.

Seperti diketahui, Putra dan Rico dilaporkan Nur Alamsyah pria yang mengaku korban pengeroyokan di salah satu tempat hiburan malam.

Putra sendiri membantah mengeroyok, dia bertindak hanya memisah dan menolong Rico yang sudah babak belur dihajar sekelompok pria yang diduga masih berhubungan dengan Nur Alamsyah.

Rico sejatinya lebih dulu membuat laporan polisi dan visum pada Maret 2022, namun laporan tidak diketahui bagaimana proses selanjutnya. Dan, polisi menindak lanjuti laporan Nur Alamsyah dan menahan Putra dan Rico.

Pengeroyokan yang terjadi menyeret nama seleb TikTok Chika, yang disebut ada di lokasi yang sama.

Sebelumnya, Septia sempat mengutarakan kekesalannya karena suaminya dan Rico terlalu cepat diproses dan bahkan langsung ditahan.

“Suamiku bukan pembunuh, suamiku bukan koruptor, tapi kenapa suamiku bisa dengan cepat dipenjara. Jahat zalim, itu yang kupikirkan,” tegasnya.

Septia mengatakan suami berhak mendapatkan keadilan. “Kami warga negara Indonesia kami punya hak yang sama untuk keadilan,” sebutnya. (nin/pojoksatu)