Berharap Pengacara Indra Tarigan Dipenjara, Nikita Mirzani Ingin Kasusnya Berakhir seperti Syahrini

Nikita Mirzani
Nikita Mirzani. Foto : Instagram @nikitamirzanimawardi_172.

POJOKSATU.id, ARTIS kontroversi Nikita Mirzani meminta tindakan tegas untuk seterunya pengacara Indra Tarigan yang kini terdakwa kasus UU ITE.


Ya, Indra menyandang status pesakitan usai dilaporkan Nikita Mirzani dua tahun lalu, karena mengunnggah foto putrinya dengan narasi tidak pantas.

“Saya mau bercerita tentang kasus yang sedang jalan saat ini di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Kasusnya Indra Tarigan sebagai terdakwa. Yang sudah memposting anak saya sebanyak 3 kali dengan kata-kata yang tidak pantas,” tulisnya di akun Instagram-nya, Kamis (24/2/2022).

Nikita menyebut Indra telah terbukti bersalah, dan berharap pengadilan menjatuhkan vonis penjara seperti para terdakwa kasus UU ITE lainnya. Jika tidak, maka Nikita mencurigai hukum telah tercoreng.


“Terbukti bersalah dan dalam tahap di persidangan dan saudara Indra menjadi terdakwa. Kalau sampai terdakwa tidak dihukum penjara. Berarti ada hal yang janggal dalam kasus ini,” jelasnya.

Nikita mengingatkan kasus akun gosip danunyinyir yang adminnya ditahan usai membuat postingan soal Syahrini.

“Ingat yah, ada beberapa kasus UU ITE yang sudah menjadi narapidana salah satunya adalah danunyinyir dalam kasusnya Syahrini. Kalau sampai Indra Tarigan tidak dipenjara berarti percuma ada UU ITE,” bebernya.

“Netizen +62 yuk pantai bersama-sama,” bebernya. Sebera apa adilkah peradilan tentang kasus saya ini,” sambungnya.

Nikita mengingatkan bahwa saat ini dirinya sudah mendengar rumor tak sedap soal terdakwa yang ‘main belakang’ demi meringankan hukuman.

“Jangan rumor yang saya dengar kalau sudah ada lobi-lobi kepada pihak terkait oleh terdakwa terbukti. Ingat ya, bapak-bapak yang terhormat masuk angin itu bisa mengakibatkan perut buncit. Ini harus menjadi contoh bagi seluruh rakyat Indonesia,” tuturnya.

Nikita Mirzani.

Nikita pun menyindir Indra Tarigan harus bersikap layaknya laki-laki yang berani mempertanggung jawabkan perbuatannya.

“Kalau berani berbuat harus berani bertanggung jawab apalagi sampai dipenjara. Belajarlah dari saya, enggak salah aja saya enggak apa-apa dipenjara dan tidak membuat aparatur perutnya kembung. Ingat keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia tidak bisa diperjualbelikan,” ungkap Nikita. (nin/pojoksatu)