Rachel Vennya Beberkan Kronologis Pulang dari AS Tanpa Jalani Karantina

Rachel Vennya mengaku tak menjalani karantina sama sekali. Foto : YouTube Boy William.

POJOKSATU.id, SELEBGRAM Rachel Vennya mengatakan pulang ke Indonesia dari Amerika Serikat (AS) dengan mengabaikan karantina bukan demi pesta ulang tahun di Bali.


Ibu dua anak itu menjelaskan kronologis kepulangannya dari AS. Sayangnya, Rachel tak menyinggung bagaimana dirinya bisa lolos dari bandara tanpa karantina.

Menurutnya, kronologis lengkap hanya bisa diungkapkannya di depan polisi, mengingat kasus ini sudah dilimpahkan ke Polda Metro Jaya.

Aku enggak bisa sebutin kronologinya seperti apa. Karena aku harus memberi kronologinya pertama di Polda. Tapi aku tidak karantina sama sekali di Wisma Atlet,” tegasnya, di YouTube Boy William, Senin (18/10/2021).


Perempuan yang lahir 23 September itu menjelaskan berangkat pulang dari AS pada tanggal 16 September 2021.

“Aku sampai di Indonesia tanggal 17 September. Harusnya aku karantina dari tanggal 17 sampai 25 September,” jelasnya.

Rachel mengatakan tanggal 25 September dirinya baru ke Bali atau dua hari setelah hari ulang tahunnya.

“Nah, tanggal 25 September sore aku baru ke Bali. Kalau narasinya aku kabur untuk merayakan ulang tahun aku di Bali, enggak seperti itu. Tapi kabur (tak jalani) karantina, betul,” sebutnya.

Alasan Bisa Membawa Dua Anaknya ke Bali

Pada kesempatan itu, Rachel juga menjelaskan soal cara dirinya membawa dua anak-anaknya yang masih kecil ke Bali.

“Itu juga bukan previlege aku. Orang mungkin lihatnya, aku mungkin berbuat curang gitu ya,” ujarnya.

Dia mengatakan bisa terbang dengan dua buah hatinya, karena kerja sama dengan travel. Dia juga mengantongi surat ijin untuk terbang.

“Aku bisa bawa anak-anak aku, karena aku tanggal 26 September aku emang ada kerja sama dengan travel agent untuk dimana aku membawa seluruh keluarga aku. Di situ aku mendapatkan surat tugas dari travel agent itu,” tuturnya.

“Bahwa ijin untuk flied (terbang) bersama anak-anak aku, dan itu disetujui sama maskapainya. Kalau misalnya kita mau fly ada surat tugas dari perusahaan itu diperbolehkan,” ungkapnya.

Rachel mengatakan alasannya baru bicara jujur sekarang. “Aku pengen ngeomong dari awal, ya aku salah. Aku juga enggak mau ngelibatkan orang-orang dalam kesalahan aku ini,” tegasnya. (nin/pojoksatu)