Nikita Mirzani : Buna Berhak Bahagia, Tapi Juga Berhak Diperiksa

Nikita Mirzani memprotes kaburnya Rachel Vennya. Foto : Instagram

POJOKSATU.id, JAKARTA – Nikita Mirzani kembali bersuara soal selebgram Rachel Vennya yang diduga kabur bersama kekasihnya, Salim Nauderer dari karantina sepulang dari New York, Amerika Serikat.


Melalui Instagramnya, Nikita mengatakan yang akrab disapa Buna itu berhak bahagia dengan merayakan ulang tahunnya, namun juga berhak diperiksa karena dugaan kabur dari karantina.

“Buna berhak bahagia tapi Buna juga berhak untuk diperiksa. Semua gara-gara Buna. Andai saja dia mau berdiam diri di kamar hotel karantina bersama pacarnya. Pasti enggak akan banyak ngelibatin orang lain dalam kasus ini,” tulisnya, dikutip Kamis (14/10/2021).

Nikita tak hanya iri soal pendeknya waktu Rachel karantina, namun juga soal pilihan rachel karantina di Wisma Atlet.


“Jujur saya kecewa karena ini pengalaman pribadi saya sendiri yang harus di karantina di hotel bintang 5 selama 8 hari dengan fasilitas yang kurang bagus,” kenangnya.

“Tapi Rachel dengan enaknya bisa memilih Wisma Atlet yang jelas-jelas hanya boleh diperuntuhkan untuk TKW, pelajar, PNS dan orang yang bekerja di bagian pemerintahan,” sambungnya.

Menurut Nikita Mirzani, Rachel memiliki uang yang cukup yang membuatnya harus karantina di tempat lain.

“Setelah dia Kabur dari karantina di Wisma Atlet (padahal duitnya banyak). Dia langsung terbang ke Pulau Dewata Bali guna untuk merayakan hari ulang tahunnya bersama teman-temannya sesama selebgram itu,” ungkapnya.

Karena itu, bagi Nikita, meski ada pihak lain yang diduga membantu kabur, tetap Rachel yang harus di urutan pertama yang patut disalahkan.

“Jadi menurut saya, Rachel adalah orang satu-satunya yang harus bertanggung jawab akan hal ini. Yang lain itu cuma korban,” sebutnya.

Nikita pun memiliki alasan mengapa perpendapat begitu.

“Kenapa saya bisa bilang begini. Karena yang bayar kan pakai duit sih Rachel. Coba dia enggak punya duit pasti diam aja tuh Rachel,” tegasnya.

Nikita Mirzani lantas memastikan tak ada niatnya yang lain bersuara di kasus Rachel, kecuali meminta keadilan.

“Gue enggak ada maksud apapun dalam kasus ini. Gue cuma minta semuanya adil. Apa kabarnya tuh yang masih karantina 8 hari di hotel atau pun Wisma Atlet,” tutupnya. (nin/pojoksatu)