Rekaman Bocor, Pengacara Marissya Icha Sebut Medina Zein Tantang Polisi Minta Dijemput Paksa

Medina Zein
Medina Zein

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pengacara Marissya Icha, Ahmad Ramzy memperlihatkan bukti rekaman voice note Medina Zein yang dikirimkan ke kliennya.


Dalam voice note itu, terlapor Medina Zein seakan menantang kepolisian agar menjemput paksa dirinya sebagai terlapor atas tudingan pencemaran nama baik.

“Sayang jemput aku dong sayang, suruh orangnya ke rumah aku jemput aku, tapi aku enggak biasa dijemput pakai mobil tahanan. Aku, tuh, kemarin ditangkap sama Polda Metro, 2019, tuh, mobilnya minimal Fortuner. Jadi, mobilnya yang bagus, ya,” demikian pesan Medina.

Hal itu disampaikan Ahmad Ramzy usai melaporkan Medina Zein ke Polda Metro Jaya pada Senin (13/9).


“Pesan lewat WhatsApp voice note dikirim ke klien kami. Seolah-olah minta menantang minta dijemput segala macem,” kata Ramzy kepada wartawan, Jumat (17/9).

Menurut Ramzy, banyak voice note yang telah dikirimkan terlapor ke kliennya. Bahkan voice note tersebut juga sembat diunggah kliennya di akun instagramnya.

“Jadi intinya ini sebuah tantangan ke pihak polisi,” ujarnya.

Karena itu, Ramzy merasa aneh dengan sikap terlapor yang seakan menantang kepolisian agar segera ditangkap.

“Aneh aja ya,” ujarnya.

Diketahui, selebgram Marissya Icha didampingi penasihat hukum, Ahmad Ramzy melaporkan Medina Zein ke Polda Metro Jaya, Senin (13/9). Dia dilaporkan atas tuduhan pencemaran nama baik.

Laporan tersebut telah terdaftar dengan nomor LP/B/4517/IX/2021/SPKT/Polda Metro Jaya.

“Hari ini kita buat laporan polisi yang langsung dilaporkan Marissya terkait tindak pidana pencemaran nama baik lewat medsos. Pasal 310, 311 Juncto 27 UU ITE. Terlapornya adalah MZ,” ujar Ahmad Ramzy.

Antara Marissya Icha dengan Medina Zein sebelumnya berseteru di media sosial terkait dugaan pejualan tas KW pada rekan artis.

Marissya mengakui, membuat postingan yang menyentil Medina Zein. Bukan tanpa sebab, Marissya mengatakan, ia ingin menyuarakan keluhan teman-teman setelah membeli beberapa tas yang dijual oleh Medina Zein.

Namun, Medina Zein justru membalas dengan mengutarakan hal-hal mengandung unsur penghinaan. (fir/pojoksatu)