Ernest Prakasa Sedih Bercampur Lega, Toko Ibunya yang Berdiri 36 Tahun Terpaksa Tutup Gegara Pandemi

toko ibu Ernest Prakasa tutup
Ernest Prakasa bersama ibu dan karyawan toko yang terpaksa rela harus menutup usaha tersebut di tengah pandemi.

POJOKSATU.id, KOMIKA dan sutradara Ernest Prakasa membagikan kabar cukup sedih tentang toko ibunya yang dibangun sejak 36 tahun, terpaksa tutup karena pandemi Covid-19.


Ya, ibunya tak lagi bisa menjalankan toko tersebut dan harus menghentikan semua aktivitas jual beli begitu juga belasan karyawan yang tak lagi bisa bekerja.

Lewat unggahan Instagram-nya, Senin (13/9/2021), Ernest tampak mengunggah foto sang ibu dan karyawan di depan toko yang tutup tersebut.


Penutupan toko ini seakan mengingatkan Ernest dengan film karyanya, ‘Cek Toko Sebelah’ yang memenangi banyak penghargaan. Sebab, dirinya terinspirasi membuat cerita dari toko ibunya.

“Seperti adegan di film Cek Toko Sebelah, hari ini nyokap gua harus mengucapkan selamat tinggal sama para karyawan, sebagian bahkan sudah mengabdi selama belasan tahun,” tulisnya.

Ernest menjelaskan Toko Baru, nama usaha ibunya itu, yang di film diplesetkannya menjadi Toko Jaya Baru telah beroperasi sejak 1985.

“Akhirnya harus menyudahi perjalanannya setelah 36 tahun. Toko yang praktis menjadi sumber utama nafkah keluarga kami, setelah bisnis bokap hancur akibat krisis ‘98,” ungkapnya.

Ernest menjelaskan selain karena faktor pandemi, penyebab toko ibunya tutup adalah kencang laju perdagangan via online.

“Pandemi membuat pola belanja berubah, dan fasilitas online yang memang sudah membuat toko kelontong old school tergerus, semakin menggilas tanpa ampun,” akunya.

Namun, dia yakin apa yang terjadi tidak harus disesali, bakal ada hal baik lainnya yang harus disyukuri.

“Zaman berubah. Hidup berlanjut. Tidak ada yang perlu disesalkan, hanya ada hal-hal baik yang layak disyukuri. Yang sabar ya Ma, I’m always here,” sebutnya.

Salah satunya adalah kini ibunya bisa berkumpul bersama keluarga lebih sering. Juga bisa berlibur kapanpun dia mau.

Sebab, selama 36 tahun toko itu dibuka, ibu Ernest harus bangun pukul 06.00 WIB untuk membuka toko. Dan tidak akan tutup kecuali Lebaran.

“Jadi di satu sisi toko ini menafkahi keluarga kami, tapi di sisi lain ‘menyandera’, buat nyokap gua. Toko itu sudah bikin nyokap gua enggak bisa kemana-mana. Enggak bisa bangun siang,” ujarnya.

Meski sedih namun Ernest lega karena bisa melihat ibunya tidak lagi terkungkung di toko itu seperti 36 tahun ini.

“Sedih tapi lega kayak terbebas. Kalau enggak ada Covid, mungkin nyokap juga enggak terbebas, sekarang bisa bangun siang, sudah bisa liburan,” ucapnya.

Ernest pun berterima kasih atas respon publik yang ingin membantu para karyawan toko yang kehilangan pekerjaan, setelah toko tutup.

“Terima kasih atas perhatian. Gue berharap semoga teman yang berdagang, punya toko merasakan betul dampaknya, semoga pamdemi berlalu, mari optimis,” pungkasnya. (nin/pojoksatu)