dr Richard Lee : Dokter Kasih Edukasi Dibilang Pencemaran Nama Baik, RIP Demokrasi

Kartika Putri dan dr Richard Lee. Foto : Instagram.

POJOKSATU.id, DOKTER dan pemilik klinik kecantik, dr Richard Lee terus mempersoalkan kasusnya dengan seterunya Kartika Putri.


Dia masih belum terima bagaimana dirinya yang mengedukasi malah berujung tersangka. Ya, kasus ini berawal saat dirinya menyoal produk kecantikan abal-abal.

dr Richard mengatakan apa yang terjadi terhadapnya adalah bentuk punahnya demokrasi di negeri ini.

“Korban bersuara, malah dibilang pencemaran nama baik. Dokter kasih saran, kasih edukasi, (dibilang) pencemaran nama baik. RIP Demokrasi,” curhatnya lewat Star Story-nya, Jumat (10/9/2021).


dr Richard sendiri belakangan ini kerap bersuara soal ketidakadilan perlakukan aparat kepolisian terhadapnya dan Kartika Putri.

Dia meminta seharusnya media sosial milik Kartika juga disita seperti yang dilakukan polisi terhadapnya.

“Sorry saya harus bicara! Karena kalau saya tidak bicara, maka tidak akan ada keadilan untuk saya. Saya kooperatif, diundang selalu datang. Diminta sita IG dan HP saya kasi. Bahkan sampai dijemput paksa,” jelasnya.

“Tapi kok si artis boleh enggak datang? Padahal sudah diundang lima lima? Kok enggak dijemput? Kok Youtube-nya HP-nya enggak disita? Padahal katanya konten artis lebih berat daripada konten saya. Ini kata penyidik loh!,” tuturnya.

Dia mempertanyakan keadilan. “Dimana keadilan? Apa karena saya bukan siapa-siapa? Saya sangat kecewa!,” tandasnya.

Untuk Polda Sumatera Selatan, dia pun mempertanyakan hal tersebut. Karena dia juga melaporkan Kartika namun kasusnya belum berjalan, sementara di laporan Kartika, dirinya sudah ditetapkan tersangka.

“Kepada Yth. @polisi_sumsel. IG saya dan HP saya sudah disita lama, padahal saya belum tersangka. Kenapa laporan saya lama diprosesnya? Padahal kasusnya sama dengan si artis, artis cepat, koq saya lama?,” tukasnya

Pun, dia berharap masih ada keadilan di negeri ini. “Saya percaya hukum itu adil. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Sita juga dong YouTubenya biar adil!,” pungkasnya. (nin/pojoksatu)