Ayu Ting Ting Baru Sadar Tak Cukup Hanya Bermodalkan Cinta dalam Pernikahan

Ayu Ting Ting trauma
Ayu Ting Ting. Foto : Instagram/@ayutingting92.

POJOKSATU.id, PEDANGDUT Ayu Ting Ting ingin lebih realistis  dalam memilih kekasih atau calon suaminya kelak.

Dia tak ingin lagi mengedepankan hati sampai lupa dengan logika. Ya, Ayu sadar tak cukup hanya cinta dengan pasangan saja yang bisa membuat bahagia.

Bukan karena matre, namun Ayu harus memikirkan dan membutuhkan lelaki yang bertanggung jawab membuatnya bahagia lahir dan batin.

“Kita pengen ke depannya lebih baik. kita menikah pengen bahagia lahir dan batin. Kalau dulu gua mikir yang penting cinta, tapi sekarang ternyata tak bisa cuma cinta doang,” jelasnya di YouTube komika Mongol Stres, yang tayang Jumat (11/9/2021).


Lantas, pelantun Sambalado itu memcontohkan tak bisa membawa cinta saja untuk membeli keputusan pokok.

“Beli beras (pakai) I love you, enggak mungkin, enggak dikasih (sama penjualnya),” lanjutnya.

Saat ini, Ayu yang masih tinggal dengan kedua orang tuanya di Depok, memastikan akan keluar dari rumah gang sempit itu jika menikah kelak.

“Gua kan masih tinggal sama orang tua. Orang tua enggak bisa jauh dari tanah kelahiran, ayah asli banget di sini, saudara semua nempe di mari. Kita jauh dikit sama saudara enggak bisa,” jelasnya.

Oleh karena itu, nanti jika ada pria yang bersedia mempersuntingnya, Ayu akan ikut suaminya. Dia tak ingin tinggal lagi dengan orang tuanya. Karena, baginya pria harus mandiri dan siap menanggung jawabi layaknya kepala rumah tangga.

“Gua juga belum bisa pindah (dari rumah orang tua), kecuali (menikah),” lanjutnya.

“Niat gua kalau punya suami, gua harus ikut,” jelas perempuan kelahiran 1992 tersebut.

Ayu ingin suaminya nanti, juga turut membawa putri semata wayangnya, Bilqis Khumairah Razak ke kehidupan baru.

“Kalau ada nikah suami, suami gua yang harus membawa gua dan anak gua. Sudah, gua enggak mau kayak gitu (mengutamakan soal cinta) deh,” pungkasnya.

Seperti diketahui, dalam beberapa kesempatan, Ayu mengakui dirinya sering kali bersikap terlalu seperti budak cinta alias bucin, kalau menjalin asmara.

Dia bahkan sampai lupa nasehat teman dan lainnya. Namun, ke depannya, Ayu tak ingin mengulangi kesalahan yang sama lagi. (nin/pojoksatu)