Merespon Sentimen Negatif Publik, KPI Minta Seluruh Stasiun TV Tidak Glorifikasi Kebebasan Saipul Jamil

Penyambutan Saipul Jamil yang menuai kecaman publik. Foto Antara

POJOKSATU.id, JAKARTA – Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) meminta seluruh stasiun TV untuk tidak melakukan amplifikasi dan glorifikasi terkait kebebasan Saipul Jamil.


Permintaan ini disampaikan merespon sentimen negatif publik terkait pembebasan dan keterlibatan Saipul Jamil di beberapa program acara TV.

Melalui Wakil Ketua KPI Pusat Mulyo Hadi Purnomo, pihaknya pun mengingatkan seluruh stasiun TV soal sensitivitas dan etika kepatutan publik.

“Kami berharap seluruh lembaga penyiaran memahami sensitivitas dan etika kepatutan publik terhadap kasus yang telah menimpa yang bersangkutan dan sekaligus tidak membuka kembali trauma yang dialami korban,” katanya, dikutip dari laman resmi KPI, Senin (6/9).


Tidak hanya itu, KPI juga meminta stasiun TV lebih berhati-hati dalam menayangkan muatan-muatan perbuatan melawan hukum atau yang bertentangan dengan adab dan norma yang dilakukan artis atau publik figur.

Alih-alih tersebut, stasiun TV diminta mengedepankan unsur edukasi agar hal serupa tidak terulang.

“Kami berharap lembaga penyiaran lebih mengedepankan atau mengorientasikan unsur edukasi dari informasi yang disampaikan agar hal serupa tidak terulang serta sanksi hukum yang telah dijalani yang bersangkutan tidak dipersepsikan masyarakat sebagai risiko biasa,” paparnya.

Lebih lanjut, Mulyo mengatakan hak individu memang tidak boleh dibatasi. Namun, hak publik dan rasa nyaman juga perlu jadi perhatian.

“Mengedepankan hak individu tapi melukai hak masyarakat tentu tidak patut dilakukan,” imbuhnya.

Mulyo juga mengatakan, pihaknya kini tengah merevisi P3SPS (Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran) tahun 2012 untuk mencegah hal ini kembali terulang.

Disampikan, revisi P3SPS sudah pada tahap mendengarkan masukan dari publik dan stakeholder. (zul/pojoksatu)