dr Richard Lee Ogah Bicara soal Kasusnya, Ingin Fokus Mengedukasi

dr Richard Lee dipulangkan
dr Richard Lee dibebaskan.

POJOKSATU.id, PEMILIK klinik kecantikan, dr Richard Lee meminta maaf karena tidak bisa banyak bicara soal kasus yang sempat menyeretkan menginap satu malam di Polda Metro Jaya.


Hal itu dilakukannya, karena tak ingin salah bicara dan membuat keadaan makin buruk.

“Selamat pagi semuanya. Bagi semua media dan teman-teman yang bertanya tentang kasus saya. Saya mohonmaaf. Saya tidak akan memberikan komentar apapun terkait kasus saya. Saya tidak akan bahas kasus saya di medsos manapun. Saya takut salah bicara dan nantinya akan memperkeruh suasana,” tulisnya di Instagram-nya, Jumat (13/8/2021).

dr Richard menyerahkan segala urusannya ke kuasa hukumnya, Rahman Arif Nasuiton.


“Segala sesuatu tentang kasus saya, telah diurus secara penuh oleh pengacara saya Razman Arif Nasution. Jika media ada pertanyaan tentang kasus saya, silahkan tanya beliau,” jelasnya.

Saat ini, dr Richard hanya ingin mensyukuri atas kepulangannya ke rumah.

“Saya bersyukur bisa berkumpul dengan keluarga dan tim saya. Saya juga diminta fokus untuk memberikan edukasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Pria yang dilaporkan Kartika Putri ini hanya ingin bicara soal kosmetik aman bagi konsumen dan terhindari dari produk abal-abal.

“Saya hanya bersedia berbicara di media tentang edukasi. Salam sayang dari saya DRL,” sebutnya.

Dia pun berterima kasih atas dukungan banyak pihak dan mendoakannya selama kasus ini.

“Saya review dan edukasi karena saya sayang dengan masyarakat Indonesia, sayang dengan kalian semua. Dan ternyata kalian juga sayang dengan saya. Saya terharu. Terima kasih banyak semuanya,” pungkasnya.

Seperti diketahui, dr Richard ditangkap tim Polda Metro Jaya dari kediamannya di Palembang. Dia dibawa dengan diduga dipaksa di hadapan sang istri Reni Effendi.

dr Richard diduga menghilangkan barang bukti postingan dan ilegal akses akun Instagram-nya, yang telah disita oleh pihak kepolisian.

Barang bukti itu merupakan bagian dari kasus dugaan pencemaran nama baik yang dilaporkan Kartika Putri. (nin/pojoksatu)