PPKM Diperpanjang, Anisa Bahar Akui Rindu Habib Rizieq yang Berani Kritisi Pemerintah

Anisa Bahar
Anisa Bahar. Foto : Instagram.

POJOKSATU.id, PEDANGDUT Anisa Bahar resah dengan kondisi warga yang kesulitan memenuhi kebutuhan di tengah pandemi Covid. Terutama dengan perpanjangan PPKM.


Anisa pun merasa saat ini dirinya rindu sosok yang vokal seperti Habib Rizieq Shihab (HRS). Baginya hanya HRS yang berani bicara.

Meski tak menyebutkan siapa habib yang dimaksudnya, namun netizen menduga kuat HRS yang diutarakan ibu Juwinta Bahar itu.

“Yang berani cuma Habib. tapi kan habib sekarang di penjara, jadi enggak ada yang berani bicara seperti habib,” tulisnya di Instagram Story-nya.


Bagi Anisa kondisi saat ini telah mencederai makna Pancasila sila ke-1.

“Tapi percuma juga sekarang kita enggak bisa menyuarakan hati rakyat karena aturan PSBB sekarang PPKM. Pakai masker kan mulut harus ditutup. Hancur sudah arti Pancasila di Indonesia, Ketuhanan yang Maha Esa,” jelasnya.

“Kita sudah enggak bisa salat berjamaah atau Hari Raya. Sekarang lebih takut sama Covid daripada Tuhan yang punya alam semesta apalagi sila ke 2, 3, ke 4, ke 5,” tukasnya.

Setelah curhatannya ini, tak lama kemudian, dirinya dicap anti pemerintah dan dikaitkan dengan makar.

Anisa pun memastikan dirinya hanya rindu sosok seperti HRS. Bukan berarti ingin makar.

“Orang kangen Habib yang berani bicara dikait-kaitkan sama makar. Aku mah enggak jauh-jauh mikirian makar, tapi mikiran makanan. Aku enggak mau berdebat sama orang yang mentingan diri sendiri,” tegasnya.

Belakangan ini, Anisa memang cukup getol bersuara soal Covid dan seputar hal itu di akun Instagram-nya. Dia tak sekadar berkoar, namun turun ke jalan memberi bantuan untuk warga terdampak.

Salah satunya, dirinya berniat menjual rumah demi membantu warga di tengah pandemi ini. Meskipun, apa yang dilakukannya itu mendapat cibiran dari beberapa netizen.

“Kok ada orang aneh, rumah rumah aku, harta semua harta aku mau aku sumbangi atau apapun hak aku kan? Yang halu itu anda, kalau aku jelas berbuat membantu. Walau rumahku belum dijual alhamdulillah aku bisa bantu banyak orang. Orang yang sukses itu orang berguna buat orang banyak,” sebutnya. (nin/pojoksatu)