Kasus Pengancaman oleh Jerink, Polisi Bakal Lakukan Gelar Perkara, Artinya?

Jerinx tolak tawaran podcast Deddy Corbuzier
Jerinx. Foto : Instagram/@jrxsid

POJOKSATU.id, JAKARTA- Polda Metro Jaya rencana melakukan gelar perkara penentuan tersangka terkait kasus dugaan pengancaman lewat media sosial yang dilakukan drummer Band Superman Is Dead (SID), I Gede Ari Astina alias Jerinx.


Hal itu kemungkinan dilakukan Jumat atau Sabtu 6 dan 7 Agustus 2021.

“Hari Jumat atau Sabtu akan dilakukan gelar perkara untuk menentukan tersangka,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus kepada wartawan, Selasa 3 Agustus 2021.

Sebelum sampai kesana, lanjut Yusri, penyidik akan meminta keterangan lagi terhadap saksi ahli lagi. Sebab, pemeriksaan ahli dalam status kasus masuk penyidikam belum dilakukan.


Penyidik akan meminta keterangan ahli bahasa hingga ahli IT.

“Karena ini sudah naik tingkat penyidikan, sehingga perlu memeriksa saksi-saksi ahli baik itu ahli bahasa, ahli pidana, juga ahli IT dan ada beberapa saksi ahli yang lain yang menurut penyidik memang diperlukan,” kata dia lagi.

Sebelumnya diberitakan, Adam Deni melaporkan Jerinx ke Polda Metro Jaya atas tuduhan dugaan melakukan perbuatan pidana disertai ancaman kekerasan dan/atau pengancaman melalui media elektronik.

Hal itu sebagaimana diatur Pasal 335 KUHP dan/atau Pasal 29 juncto Pasal 45B Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

Kasus tersebut bermula saat Adam Deni berkomentar dalam beberapa unggahan Jerinx.

Ia menanyakan data mengenai endorsement COVID-19 yang dituduhkan Jerinx ke beberapa artis Tanah Air.  Kemudian, Jerinx menghubungi Adam, Jerinx menuduh Adam sebagai orang yang menyebabkan akun Instagramnya hilang.

Pada saat berbincang melalui telepon, Adam merasa Jerinx telah mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas. Adam juga mengaku merekam percakapannya dengan Jerinx tersebut.

(dhe/pojoksatu)