Panen Hujatan Gegara Dituding Bela Perselingkuhan Pramugara, Sunan Kalijaga : yang Enggak Suka, Angkat Kaki dari Akun Gue

Sunan Kalijaga
Sunan Kalijaga. Foto : Instagram/@sunankalijaga_sh.

POJOKSATU.id, PENGACARA ternama Sunan Kalijaga mendadak ramai dihujat netizen. Ini setelah mengeluarkan pernyataan terkait video viral penggebekan pasangan diduga selingkuh pramugara dan pramugari oleh istri sah.


Sunan dituding telah membela pasangan yang digerebek itu, karena tidak setuju sanksi pemecatan yang diberikan kepada keduanya. Dia juga menyerukan agar si penyebar video penggerebekan dihukum.

Dalam Instagram Story-nya, Senin (26/7/2021), Sunan mengingatkan bahwa saat penggerebakan pramugra dan pramugari itu tidak mengenakan atribut maskapai. Sehinga tidak seharusnya langsung dipecat.


“Ingat, mereka berdua sedang tidak bertugas atau memakai seragam ada saat itu. Artinya tidak membawa nama maskapai. Tangkap si pelaku penyebar identitas yang merusak karir orang,” tulisnya.

Dia heran mengapa jadi panen hujatan, karena dirinya memandang peristiwa itu dari kacamata hukum.

“Mau diberikan edukasi hukum gratis sama saya, kok malah saya dihujat, difitnah bela orang selingkuh, hape doang pada smart phone yang gunain kagak smart,” tukasnya.

Sunan pun menyarankan netizen yang tidak suka dengan apa yang disampaikannya, untuk segera hengkang dari akunnya.

“Ya sudah yang tidak suka dengan gaya saya mengedukasi silahkan tinggalkan akun saya. Saya tidak perlu banyak follower yang tidak smart. Buruan unfollow saya, engga usah lama. Kalau enggak suka tapi masih follow namanya munafik. Yang suka sama gue angkat tangan, yang enggak suka angkat kakinya dari akun gue,” tulisnya.

Dia menyebut netizen mendukung perceraian, padahal bisa saja pernikahan sang pramugara dan istri sah diselamatkan.

“Ya Allah ini sudah tanda tanda akhir jaman, lebih banyak orang yang senang melihat orang bercerai daripada mempersatukan pasangan yang sedang diuji,” ungkapnya.

Sementara itu, di berbagai tayangan infotainment kemarin, Sunan mengutarakan menyayangkan video penggerebekan seakan dijadikan alat bukti ke ranah hukum.

“Saya melihat sungguh-sungguh menyayangkan kenapa video tersebut yang harusnya jadi dokumentasi pribadi dijadikan alat bukti nantinya saat pelaporan kepolisian ataupun pengajuan gugatan,” ujarnya.

Dia mempertanyakan mengapa video itu harus diviralkan, padahal ada UU yang mengatur hal tersebut.

“Mengapa harus diviralkan ya, artinya dampaknya menjadi luas. Kalau dari kacamata hukum pelaku yang merekam tanpa ijin dan hak dan menyebarkan tanpa hak itu dapat dikenakan pidana dan sesuai diatur dalam UU ITE,” bebernya.

Dia pun menyayangkan pihak maskapai terlalu cepat menjatuhkan sanksi pemecatan. Menurutnya seharusnya meminta kedua pasangan yang digerebek itu untuk klarifikasi, karena yang beredar bukan video porno layaknya hubungan suami istri.

“Seharusnya segala sesuatu tidak seperti sekarang ini,” pungkasnya. (nin/pojoksatu)