Takut Rafathar Kehilangan Sosok Ayah, Raffi Ahmad Berubah Usai Sembuh dari Covid

Raffi Ahmad Covid-19
Raffi Ahmad, Nagita Slavina dan Rafathar. Foto : Instagram.

POJOKSATU.id, PRESENTER Raffi Ahmad mengalami perubahan yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari, usai terpapar Covid-19. Diantaranya, dari soal ibadah dan pola makan.


Diakuinya, selama pandemi Covid, dirinya kerap merasakan keterkejutan begitu mendengar banyaknya para sahabat meninggal. Hingga, begitu terpapar virus Corona, seakan menampar Raffi untuk segera berubah jadi pribadi yang lebih baik.

Apalagi, selain dirinya, ibunya Amy Qanita dan mertuanya Rieta Amalia disebutkannya juga pernah terkonfirmasi Covid-19.

“Gua salat bukan karena kemarin gara-gara kena (Covid), tapi setiap hari gua mendengar kabar teman gua meninggal, orang tua (sahabat). Pas gue kemarin (kena), jadi berpikir Ya Allah gua harus berubah,” ungkapnya di Podcast Pak Igun, Ivan Gunawan, Minggu (25/7/2021).


Raffi semakin tak karuan saat mendadak langsung diingatkan kenangan masa kecil yang ditinggal meninggal ayahnya saat masih SMA. Dia tak ingin putra, Rafathar merasakan sama sepertinya.

“Jadi bokap gue meninggal di usia 48 atau 49 tahun, umur gua waktu itu 16 tahun. Pas kemarin gara-gara gua sakit, selama tiga minggu di rumah, 24 sama Rafathar lagi. Gua tiba-tiba nge-post almarhum bokap gue, gua ngelihat tanggal sama, harinya sama di hari bokap gua meninggal,” jelasnya.

“Terus pas gue lagi sama Rafathar, ya Allah gue langsung merinding, 10 tahun lagi usia gue lagi, gua jadi berpikir (jangan sampai Rafatahr kehilangan papanya di usia belia),” lanjutnya.

Dia kemudian meyakinkan diri untuk hidup sehat, salah satunya mengurangi konsumsi daging. Selama ini, dirinya sehari tiga kali bisa makan daging.

“Makanya gue ngomong ke Gigi (Nagita Slavina), gua enggak mau makan daging lagi, takut aja. Keluarga gue turunan kolesterol, jantung. Bokap gua kayak tiba-tiba meninggal, gua beprikir gara-gara Covid (harus berubah pola hidup),” tuturnya.

Di momen yang sama, Raffi mengakui pernah terpapar virus Corona.

“Gua pernah positif, benaran, tapi aneh, cuma sehari. Karena sudah vaksin. Gua kena cuma sehari dua hari udah, sudah biasa lagi,” ujarnya.

Raffi menilai vaksinasi yang telah dilakukannya membantu imunnya tidak kalah dengan virus. Sehingga tidak mengalami gejala berhari-hari.

“CT gua tinggi pas kena, mungkin karena juga masyarakat biar vaksin. Jadi karena gua sudah dua x vaksin, kayak gua rentan, datang ke tempat yang banyak orang. Alhamdulillah, gua kemarin vaksin jadi antibodinya kuat,” bebernya.

Gejala yang dialami suami Nagita Slavina itu saat terpapar Covid-19 hanya batuk ringan. Namun, saat isolasi mandiri dia memilih pisah rumah dari istrinya demi keselamatan. Karena Gigi-sapaan Nagita, sedang mengandung.

“Batuk ada dikit, udah gitu doang, gua enggak ada apa-apa, biasa aja. Tapi karena Nagita lagi hamil, jadi pisah rumah. Kata dokter mungkin karena vitamin D aku bagus (sebab cepat pulih lagi),” lanjut pria 34 tahun itu.

Raffi sendiri memilih tidak mengumbar kabar dirinya saat pertama kali positif Covid-19. Dia memiliki alasan sendiri, yaitu tak ingin dicap endorse Covid, seperti yang dilontarkan musisi Jerinx, ke artis centang biru yang mengumumkan dirinya terkena Covid.

“Gua kemarin itu malas, maksud gue, ada yang bilang orang bilang Covid dibilang di-endorse. Sudah deh gua diem aja, gua takut pada waktu itu,” sebutnya. (nin/pojoksatu)