Sempat Jadi Korban, Dimas Beck Ingatkan Banyak Beredar Vitamin Palsu

Obat Covid
Dimas Beck. Foto : Instagram/@dimasbeck

POJOKSATU.id, KONSUMSI vitamin meningkat selama pandemi Covid-19. Hal ini ternyata disalahgunakan pihak tak bertanggung jawab.


Hal ini menjadi perhatian artis Dimack Beck. Karena dia tak ingin netizen tergiur dengan banyaknya iklan vitamin, namun tidak jelas juntrungannya alias palsu.

“Jangan apa-apa dipost selebgram atau artis kita langsung gercep beli. Hati-hati belanja di marketplace. Mau sehat kita cari yang alami-alami aja, jelas bentukannya, jelas asal usulnya, mau Vitamin C, tinggal makan jeruk pepaya, nenas, label apapun itu bisa dicetak serakarang,” ungkapnya lewat Instagram Story-nya, baru-baru ini.


Jikapun harus membeli vitamin via online, Dimas menyarankan mengunjungi akun resmi toko vitamin tersebut.

“Hati-hati yah beli vitamin online. Asli banyak banget yang palsu. Mending pilih yang benar tokonya official atau cari di apotik benaran. Yang lain jangan deh, diisi apaan enggak jelas abis!,” tegasnya.

Diapun menunjukkan satu contoh vitamin palsu yang terlanjur dibeli.

“Kayaknya sudah banyak yang lapor, sekarang toko dalam pengawasan. Ini sih keterlaluan,” tukasnya.

Karena banyak vitamin palsu, Dimas pun memahami mengapa pandemi Covid sudah berakhir di Indonesia.

“Tapi ya wajar kalau sekarang Indonesia epicenter Covid-19, lah masih sempat-sempatnya nipu gini. Padahal MLM vitamin yang bagus juga banyak yang mau jadi reseller apa bisa,” sebutnya.

Dia pun mengatakan tidak berkah bagi pengusaha penipu tersebut.

“Repot-repot nipu, semoga nanti pas dimakan rejeki hasil nipu/korupsinya,ketemu karmanya. Kita mah cuma urusan uang ratusan ribu, enggak masalah. Tapi bayangin yang beli sampai nabung pas konsumsi enggak ada hasilnya, apalagi kalau dia mau buat nyumbang kayak saya buat kasih-kasih orang. Gila!,” tandasnya.

 

Dimas pun berusaha menerima kejadian dirinya tertipu vitamin palsu.

“Ya enggak apa-apalah pengalaman. Dan enggak bingung juga sih banyak yang nipu, cuma ya vitamin dan obat. Itu kaya nipu beras isinya kerikil,” pungkasnya. (nin/pojoksatu)