dr Lois Owien Resmi Tersangka, Angel Lelga : Saya Bangga sama Aparat Kita!

Angel Lelga
Angel Lelga, Foto : Instagram/@angellelga.

POJOKSATU.id, ARTIS Angel Lelga memberikan apresiasi kepolisian yang memproses dr Lois Owien kasus penyebaran hoaks, lantaran tidak percaya Covid-19.


Lewat Instagram Story-nya, Selasa (13/7/2021), mantan istri pedangdut Rhoma Irama itu menuliskan rasa bangganya atas tindakan kepolisian.

Meski tak menyebut nama siapa yang dimaksudnya, diduga ini berkaitan dengan kasus dr Lois.

“Saya Bangga sama Aparat Kita! Tidak main-main memproses penyebar hoak yang mengatakan tidak percaya Covid-19,” tegasnya.


Angel meminta semuanya berpikir cerdas soal Covid ini, lantaran sudah banyak orang yang jadi korban dan meninggal dunia. Diapun mengimbau semuanya untuk mau divaksin.

“Please donk be smart, kasian korban. Janganlah bawa-bawa sok agama! Dunia mengakui Covid-19 ini memang ada dan kita harus mematuhi protokol kesehatan dan melakukan vaksin,” tulisnya.

Dia mencontohkan negara lain yang persentase vaksinasinya tinggi dan mampu meminimalisir angka kasus Covid-19.

“Sekali lagi, lihat negara lain yang mematuhi vaksin, sudah jauh mengecil penularan Covid-19. Sayangi keluarga kita dan terus jaga kesehatan,” jelasnya.

“Buat semua ayuk vaksin, jangan terpengaruh hoaks. Mari kita semua jaga kesehatan agar penularan Covid tidak berkepanjangan! Semoga kita semua diberi kesehatan sama Allah dan sayangi lindungi keluarga kita,” pungkasnya.

Seperti diketahui, dr Lois telah ditetapkan tersangka oleh Bareskrim Polri dalam kasus dugaan hoax Covid-19.

Atas perbuatannya, penyidik Bareskrim Polri menjerat dr Lois Owien dengan pasal berlapis.

Yakni Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45A ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Dan/atau Pasal 14 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 dan/atau Pasal 14 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946.

Dan/atau Pasal 14 ayat (1) Undang-undang Nomor 4 Tahun 1984 dan/atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dengan ancaman penjara 10 tahun penjara.

Polisi tidak menahan yang bersangkutan, karena dr Lois sudah meminta maaf dan berjanji tak akan mengulangi perbuatannya dan akan melarikan diri.

Namun, meski telah dibebaskan setelah menjalani pemeriksaan, polisi memastikan proses hukum yang menjerat dr Lois itu tetap berlanjut.

“Kasus (dr. Lois) tetap jalan,” ujar Kabareskrim Polri, Komjen Pol Agus Andrianto kepada wartawan, Selasa (13/7/2021). (nin/pojoksatu)