10 Jam Langsung Trending 1 YouTube, Deddy Corbuzier : Thank You Mr Prabowo

POJOKSATU.id, PRESENTER Deddy Cozbuzier berterima kasih atas kesediaan Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, yang mau hadir di Podcast kanal YouTube-nya.


Ini menjadi kali pertama bagi Prabowo bicara blak-blakan setelah Pemilu 2019, dimana dirinya kalah dari pesaingnya, yang kini jadi Presiden RI, Joko Widodo.

Hadirnya Prabowo di Podcast Deddy langsung memantik reaksi positif warganet.

Tercatat, sejak ditayangkan dalam waktu `10 jam saja, Minggu (13/6/2021), video wawancara Deddy dengan Prabowo dengan tajuk ‘Habis Semua!! Prabowo Perdana Bicara! Exclusive, langsung menempati posisi trending nomor satu di YouTube.


Hingga Minggu malam, video tersebut sudah ditonton 3,2 juta.

Deddy berterima kasih karena Prabowo telah memberikannya kepercayaan sebagai tempat bicara tentang banyak hal.

“Thank you Mr @prabowo to give me trust for breaking the silence. Its an amazing Podcast, for Indonesia. Saling mendukung menghilangkan perbedaan. Karena ini Indonesia. Once again, Thank you,” tulisnya di akun Instagram-nya, sekaligus mengunggah foto trending tersebut.

Perbincangan keduanya di Podcast sangat beragam, dari soal mengapa Prabowo menjadi menteri di kabinet yang dipimpin rivalnya, hingga bicara yang sangat ringan soal kucing.

“Hanya di #CLOSETHEDOOR beliau @prabowo mau bicara. Dari kasus Alutsista, kenapa bergabung dengan @jokowi, sampai serangan alien. I salute u sir. And thank you for choosing only #CLOSETHEDOOR to break the SILENCE. This is a history!,” lanjut Deddy.

Sementara itu, di video tersebut, Deddy sempat mempertanyakan alasan Prabowo mau menjadi menteri Jokowi

“Kok bapak mau, kan bapak bersaing dengan Pak Jokowi?,” tanya Deddy.

Prabowo mengaku heran mengapa banyak yang kecewa dengannya, hanya karena memilih bersatu dengan pemerintahan di bawah Jokowi.

“Jadi saya juga enggak mengerti kok orang banyak yang berkata seperti itu,” ujarnya.

Prabowo menyebutkan satu-satunya alasannya mengapa mau hanya demi Indonesia.

“Bagi saya, rival dalam suatu kompetisi, apakah rival dalam kompetisi harus jadi lawan? Coba kita waktu di sekolah, kita ikut adu lari ada yang menang, ada yang kalah lu dapat piala. Gua main sepak bola tim gue kalah ya udah, apa kita main gebuk gebukan?,” jelasnya.

Dia menyebut orang marah tentang hal itu adalah orang yang memiliki IQ sangat rendah.

“Jadi, satu, beliau ingin jadi presiden, gue ingin jadi presiden, mau jadi presiden untuk apa? Kan untuk mengabdi, untuk Indonesia, saya juga begitu, saya juga mauberbakti untuk Indonesia,” tegasnya.

“Kalau sama-sa,a mau berbakti untuk Indonesia, kok harus melawan, ya setelah selesai (Pemilu). Kan lebih baik dua-duanya kerja sama untuk mengabdi untuk merah putih,” sebutnya. (nin/pojoksatu)