Momen Ini yang Dirindukan Reza Rahadian saat Menjalani Ramadan di Tengah Pandemi

Reza Rahadian
Reza Rahadian.

POJOKSATU.id, AKTOR Reza Rahadian mengatakan tidak memiliki persiapan khusus untuk menyambut bulan Ramadan tahun ini. Namun, pria 34 tahun itu tidak menampik rindu suasana di luar pandemi.


Ya, tahun ini adalah kali kedua umat Islam menjalani ibadah puasa di tengah pandemi Covid.

“Ini bukan yang pertama ya di era pandemi di Ramadan ini, tahun lalu kita sudah melewati itu. Saya sambil ada produksi juga, sudah latihan jadi mentalnya sudah siap, enggak ada persiapan lagi. Biasanya saya kalau Ramadan enggak ada persiapan khusus, ya puasa seperti biasa diniatkan aja,” ujarnya seperti dikutip dari YouTube KH Infotainment, Senin (12/4/2021).


Reza mengaku tidak terlalu heboh soal makanan berpuasa puasa, namun dia kangen suasana hiruk pikuk orang membeli takjil.

“Enggak terlalu enggak suka nyemil, buka pausa seperti makan malam. Kangen banget susasana orang mau beli takjil dan lain-lain, wah itu suasana yang ngangenin,” jelasnya.

Selain itu, momen buka puasa bareng yang kini sulit terwujud juga hal yang dirindukannya.

“Saya ingat banget sebelum pandemi, saya masih bisa buat bukber bareng fansbase saya. Kita bukber bareng, ya kegiatan itu enggak ada sekarang. Salah satu momen yang dikangenin,” tuturnya.

Tidak seperti yang lain, Reza juga tidak menjadi tradisi nyekar sebelum Ramadan, apalagi ibunya nasrani.

“Saya enggak pernah ada tradisi nyekar, keluarga saya rata-rata nasrani. Ibu saya alhamdulillah masih hidup, justru biasanya ngumpul di rumah,” ucapnya.

Mualaf Sejak Umur 19 Tahun

Reza Rahadian memang memiliki agama yang berbeda dari ibu dan adiknya. Reza memilih jadi mualaf saat dirinya berumur 19 atau 20 tahun.

Pemeran BJ Habibie dalam film Habibie & Ainun ini mengungkkan tidak ada alasan tertentu membuatnya jadi mualaf.

“Kerjaan bukan, pasangan lebih-lebih lagi, paksaan dari orang sekitar atau orang-orang terdekat yang mungkin mengajak, enggak sama sekali. Tapi itu komunikasi gue dengan Yang Di Atas dan komunikasi dengan nyokap gua. Karena itu gue komunikasikan ke Nyokap,” ungkapnya di YouTube Daniel Mananta.

Satu-satunya alasan mengapa dirinya masuk Islam adalah komunikasi dengan Tuhan. “Gue jarang ngomongin soal agama. Dan transisi gue bukan karena alasan apa pun selain dari keyakinan yang memang gue rasa itu dialog gua dengan Tuhan,” jelasnya.

Reza mengatakan selama ini dibesarkan secara nasrani. “Gue dibesarkan sebagai nasrani, dari kecil sekolah Minggu. Glenn Fredly adalah salah satu guru sekolah Minggu gue di gereja waktu itu,” kenangnya.

Namun, Reza sangat bersyukur ketika mengungkapkan keinginan masuk Islam, ibunya Pratiwi Widantini Matulessy tidak menentang dan malah mengerti pilihannya.

“Gue komunikasikan itu ke nyokap. ‘Ma kayaknya kakak punya..’ Belum selesai gue ngomong, nyokap bilang, ‘Itu hak kamu untuk menentukan. Pesan mama cuma jalani dan yakini itu dengan baik’. “Hanya itu, enggak ada perdebatan, engak ada pertengkaran,” pungkasnya.

Kini, meski berbeda agama, Reza dan ibunya menjalani kehidupan dengan baik dan saling menghormati. (nin/pojoksatu)