Nikita Mirzani : Panji Temannya Anies Baswedan…

Nikita Mirzani. Foto : by Awan Potret via Instagram : @nikitamirzanimawardi_17
Nikita Mirzani. Foto : by Awan Potret via Instagram : @nikitamirzanimawardi_17

POJOKSATU.id, KEHEBOHAN pernyataan komika Pandji Pragiwaksono soal FPI yang membandingkan dengan NU dan Muhammadiyah memancing reaksi publik. Salah satunya dari artis Nikita Mirzani.


Tidak banyak yang diungkapkan ibu tiga anak itu. Namun, lewat Insta Story-nya, Kamis (21/1/2021), Nikita jelas kontra dengan Pandji.

Diapun mengelompokkan Pandji dengan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang dinilainya dekat dengan FPI. Salah satunya saat Anies menjamu imam besar FPI, Habib Rizieq Shihab sepulang dari Arab.

Nikita juga beberapa kali mengkritik Anies Baswedan, diantaranya ketika banjir Jakarta. “Panji temannya Anies Baswedan,” tulis Nikita.

Seperti diketahui, si konten YouTube Pandji bersama dua mantan anggota FPI, bertajuk FPI Dibubarin Percuma? Feat Afif Xavi dan Fikri Kuning mendadak jadi pembicaraan. Padahal, video itu telah diunggah Pandji di channel YouTube-nya dua minggu lalu.

Ada satu video berisi potongan kalimat Pandji mengutip pernyataan Thamrin Tomagola yang kemudian jadi pro dan kontra di media sosial sejak kemarin.

“FPI itu dekat dengan masyarakat. Ini gue dengar dari Pak Thamrin Tomagola, dulu tahun 2012,” ujarnya.

Selain itu, Pandji menyebutkan FPI disukai masyarakat kalangan bawah saat para elit dari ormas Islam besar, yakni Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah dianggap jauh dari masyarakat.

“FPI itu hadir gara-gara dua ormas besar Islam (NU dan Muhamamdiyah) jauh dari rakyat. Mereka elit-elit politik. Sementara FPI itu dekat (dengan masyarakat). Kalau ada yang sakit, ada warga yang sakit mau berobat, enggak punya duit, ke FPI,” jelasnya.

Masih dari pengakuan Tamrin Tomagola, Pandji menjelaskan pintu rumahnya ulama-ulama FPI kebuka untuk warga. “Kadang-kadang FPI ngasih duit, kadang FPI ngasih surat. Suratnya dibawa ke dokter jadi diterima,” timpalnya.

“Nah, yang NU dan Muhammadiyah yang terlalu tinggi dan elitis, warga tuh ngga kesitu, warga justru ke FPI. Makanya mereka pada pro FPI, karena FPI ada ketika mereka butuhkan,” sebutnya.

Di sinilah, Pandji menilai membubarkan FPI tidak menyelesaikan masalah. “Makanya gue bilang, bubarin FPI itu gampang tapi gak menyelesaikan masalahnya karena FPI menyediakan bantuan ketika rakyat lagi butuh selama elu ga kasi bantuan ketika rakyat lagi butuh, maka rakyat akan cari ormas lain untuk dapat bantuan,” ujarnya. (nin/pojoksatu)

Loading...