Melly Goeslaw : Kadang di Antara Kita Tertawa di Atas Jatuhnya Kawan Kita

Melly Goeslaw. Foto : @nasikilla via Instagram @melly_goeslaw.

POJOKSATU.id, MUSISI Melly Goeslaw baru saja menuntaskan tugasnya sebagai salah satu juri di ajang Pop Academy Indosiar.


Kepada pemenangnya Waode Heni Andriani dan juara kedua Agnez Cefira, istri Anto Hoed itu mengingatkan ini adalah baru langkah awal mereka berjuang di industri musik.

“Kalian masih bayi yang baru dilahirkan, semuanya nanti akan tergantung dari kalian, apakah hanya akan terkenal saja, atau bisa dikenang. Semuanya tergantung kalian membawa kapal ini berlayar ke arah mana. Goodluck,” ungkapnya, Senin (18/1/2021).

Dia pun menjelaskan dunia seni adalah keindahan yang abstrak yang masing-masing memiliki cara sendiri-sendiri untuk membangun suasana.


“Saat kita tampil, kadang sengaja enggak sengaja kita tanggalkan semua yang sebenarnya. Seniman sejati tidak akan membiarkan ruang hati yang sedih menjadi terlihat, padahal bisa jadi sebenarnya kita sedang terluka atau berduka,” jelasnya.

Seniman, lanjutnya juga manusia biasa yang punya masalah dan kebahagiaan yang sama dengan orang lain. Tapi sayangnya selalu menjadi objek untuk memenuhi ambisi atau rencana buruk dari pihak lain.

“Kita bukan TNI, bukan Polri. Kita bukan apa apa yang punya seragam dan etos saling membela. Kadang diantara kita tertawa diatas jatuhnya kawan kita. Seolah bersorak karena jadi ada lahan kosong yang bisa diisi,” bebernya.

“Indah sekali jika kita bisa seperti korps-korps yang saya sebut di atas. Saat yang satu disenggol, semua merapatkan barisan untuk membela walau yang dibela kadang memang salah,” tuturnya.

Jika dewasa dalam menyimak, Melly memastikan bahwa kita akan melihat bahwa yang bertahan adalah dia yang selalu berjuang menuju ke atas tanpa menjatuhkan yang lain.

“Tuhan tidak pernah menciptakan sesuatu yang sama, meski pun kembar siam, pasti selalu ada bedanya. Jadi jangan takut bersaing dan tersaingi. Pintar lah mengelola apa yang sudah diberikan-Nya sebagai manikam dalam karirmu.
Semua hanya titipan, yang nanti akan diambil-Nya lagi,” tutupnya. (nin/pojoksatu)