Rachel Maryam : Ini Bukan soal FPI, Bukan juga Soal Islam atau Bukan, tapi Masalah Kemanusiaan

Rachel Maryam. Foto : Instagram

POJOKSATU.id, ARTIS dan politisi Rachel Maryam turut angkat bicara terkait tewasnya enam laskar Front Pembela Islam (FPI) karena ditembak karena menurut polisi melakukan penyerangan.


Bagi kader Gerindra itu, meninggalnya keenam korban itu harus diusut tuntas. Sebab, ini berkaitan dengan masalah kemanusiaan.

Rachel juga menilai sebaiknya jangan terjebak karena yang tewas adalah FPI, melainkan ada enam warga yang tewas ditembak. “Bagi saya ini bukan soal FPI, bukan juga soal Islam atau bukan, tapi masalah kemanusiaan. Enam nyawa manusia dihilangkan dengan angkuhnya oleh mereka yang telah mengambil peran Tuhan,” tegasnya, Kamis (17/12/2020).

Rachel berharap ada kebenaran yang terungkap atas kejadian ini agar tidak simpang siur.  “Semoga kebenaran menemukan jalannya,” pungkasnya


Seperti diketahui baik polisi dan FPI memiliki masing-masing versi atas peristiwa ini.

Laskar FPI yang selamat dari kejadian di Tol Jakarta – Cikampek KM 50 yang kini jadi buronan polisi memberikan keterangan dalam program acara Mata Najwa.

Keterangan dalam bentuk rekaman suara itu diputar di Mata Najwa bertajuk “Silang Versi FPI-Polisi” pada Rabu malam (16/12).

Dalam keterangannya, laskar FPI yang tak disebutkan namanya itu membeberkan kronologi penembakan di Jalan Tol Jakarta-Cikampek yang menyebabkan 6 laskar FPI tewas.

Sebelum kejadian, ia dan rekannya ditugasi untuk mengawal HRS dari Bogor sampai Karawang pada 7 Desember 2020 lalu.

Ia berada di mobil Avanza. Sedangkan 6 laskar FPI yang tewas ditembak polisi berada di mobil Chevrolet.

Menurutnya, rombongan HRS sudah dibuntuti sejak keluar dari komplek Sentul Bogor menuju Karawang.

“Begitu kita keluar dari komplek Sentul itu menuju ke suatu tempat untuk pengajian, di situ ada mobil yang dicurigai itu dengan spontan menyalakan mobilnya,” ucapnya.

Ia mengatakan bahwa ada dua mobil yang membuntuti rombongan HRS. Salah satu mobil langsung masuk ke dalam barisan rombongan HRS.

“Merasa khawatir saya langsung menghampiri mobil yang mencurigakan itu dan menjauhkan dari mobil Habibana,” katanya.

Setibanya di tol Karawang Timur, mobil mencurigakan yang diduga mobil aparat kepolisian kembali bermunculan, sehingga terjadi aksi kejar-kejaran.

“Pas keluar tol Karawang Timur mereka bermunculan kembali mobil-mobil yang kita curigai dan kita usir,” ucapnya.

Dua mobil pengawal HRS lantas memperlambat laju kendaraan untuk memancing mobil aparat masuk ke dalam barisan.

“Sengaja kita perlahan akses dia (pengintai) untuk masuk ke barisan. Kita alihkan sehingga mereka enggak bisa ikuti rute yang habibana tuju,” katanya.

Mobil pengawal HRS terus melaju hingga ke Karawang Barat. Sedangkan mobil yang ditumpangi HRS sudah keluar dari barisan.

Tiba-tiba mobilnya dipepet tiga kendaraan ke trotoar. Ia langsung tancap gas melewati mobil Chevrolet yang ditumpangi 6 laskar FPI yang tewas.

“Saya lewati mobil korban, saya ambil zigzag ke kiri. Di depan mobil ini ada truk tingkat tiga. Mobil truk pengangkut mobil baru. Kita masuk tol,” ucapnya.

Dari tol, dia sempat menghubungi 6 laskar FPI yang berada di mobil Chevrolet.

“Ternyata ada suara kegaduhan di situ. Kita curiga, sempat kita berhenti pelan,” katanya.

Ia kembali menelpon, tetapi 6 laskar FPI yang berada di dalam mobil Chevrolet sudah
tidak bisa dihubungi.

“Jujur enggak bisa muter balik karena semakin enggak jelas, terus hening telponnya, ditelpon kembali enggak bisa,” katanya.

Sementara itu, versi polisi menyebut empat laskar FPI yang melarikan diri itu sempat menabrak sisi kanan depan mobil polisi.

“Keempat orang tersebut pada saat kejadian berada di dalam sebuah mobil Avanza, yang saat kejadian ikut menghalangi mobil petugas, bahkan menabrak mobil petugas,” kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Senin (14/12/2020).

“Menabrak di bagian depan kanan. Setelah menabrak, kemudian melarikan diri, itu perannya,” tambahnya.

Ramadhan mengatakan bahwa mobil yang ditumpangi 4 laskar FPI menabrak kendaraan polisi di depan Hotel Novotel, Karawang.

“Itu TKP-nya di depan Hotel Novotel Karawang, yang tadi malam waktu reka ulang atau rekonstruksi. Dia TKP pertama. Ada 4 TKP. Jadi di depan Novotel Karawang,” tandasnya.
(nin/one/pojoksatu)