Menangis Saksikan Potongan Film ‘Kemarin’, Arda Naff Sebut Ifan Seventeen Sosok yang Begitu Tabah

Arda Naff dan Ifan Seventeen. Foto : Instagram/@ardanaff.

POJOKSATU.id, KEJADIAN tragis tsunami di Tanjung Lesung yang menewaskan tiga anggota Band Seventeen pada 22 Desember 2018 lalu dibawa ke layar lebar.


Film terjudul ‘Kemarin’ itu akan tayang serentak 3 Desember 2020, besok. Para sahabat Seventeen mengaku masih sangat sedih dengan kejadian tersebut. Salah satunya, vocalis Naff, Arda.

Suami Tantri Kotak ini mengaku sejak kejadian itu, dirinya tidak pernah bertanya kepada satu-satunya anggota band yang tersisa, Ifan. “Sejak kejadian yang menimpanya, saya enggak pernah tanya bagaimana tentang yang dia lewati, padahal kita sering ketemu. Lisan ini mati, yang ada upaya saling berbagi tawa, menutupi kesedihan yang teramat dalam,” akunya.


Arda pun mengingat saat beberapa hari setelah kejadian tsunami itu, dirinya berniat menghadiri acara doa buat para anggota band Seventeen yang meninggal. Namun, ada kejadian yang membuatnya syok. Dia mengalami kecelakaan yang membuatnya trauma. Arda langsung teringat Ifan yang ditinggal tiga anggota band juga sang istri, yang pasti traumanya bisa jauh lebih besar.

“Momen dimana masih hitungan hari kejadian tsunami tersebut, saya menghadiri acara kirim doa. Tinggal 5 menit lagi sampai di lokasi acara, tiba-tiba duaaar, saya mengalami kecelakaan dan berhalangan hadir malam itu. Beberapa bulan saya trauma nyetir mobil. Ini bukan cocoklogi tapi kejadian kecil yang menimpa saya begitu saja membuat pergolakan yang dalam, lalu saya sematkan @ifanseventeen adalah orang yang begitu tabah, tidak banyak orang yang punya kesempatan kedua, selalu ada jawaban dari setiap pertanyaan,” bebernya.

Arda berterima kasih film ‘Kemarin’ bisa tayang agar jadi penghormatan untuk para korban. Dia mengaku tak kuasa menahan tangis saat melihat potongan-potongan video di film tersebut.

“Terima kasih sudah bersedia menghadirkan perjalanan spiritualnya lewat film #kemarin yang tayang di seluruh bioskop tanggal 3 Desember. Film ini cara yang sangat pantas untuk memberikan penghormatan terakhir pd keluarga seventeen. Enggak kuat saya brebes mili melihat potongan potongan video yg ternyata masih terekam dan belum dipublish. Tahu betul berjuang di panggung. Selamat jalan keluarga Seventeen yang telah gugur di medan panggung. Ketika ada biasa tapi ketika sudah tiada baru terasa,” tulisnya.

Seperti diketahui, tsunami menyapu panggung band Seventeen saat Gathering PLN di Pantai Tanjung Lesung, Banten, pada Sabtu, 22 Desember 2018 malam.

Dalam video yang beredar saat itu, ketika Seventeen menyanyikan sebuah lagu, tiba-tiba air laut naik dan memporakporandakan panggung.

Bani, Herman dan Andi Seventeen meninggal dalam bencana tsunami tersebut. Begitu juga Road Manager mereka yang bernama Oki Wijaya turut jadi korban. Selain kehilangan teman satu band, istri Ifan, Dylan Sahara, meninggal dunia. (nin/pojoksatu)