Dipindahkan ke Lapas Kerobokan, Jerinx Tantang Jaksa yang Menuntutnya

Jerinx didampingi istrinya Nora Alexandra saat dipindah dari Rutan Mapolda Bali ke Lapas Kerobokan, Senin (30/11). Foto : Adrian Suwanto/radarbali/JPG.

Buku itu berisi cerita fiktif yang diberi judul “Global Kaliyuga”. Katanya, cerita itu ditulis di rutan karena dirinya terlalu banyak membaca buku dan mengkhayal. Ia membaca cerita tersebut sekitar tiga menit. “Ini cerita fiksi halu (halusinasi), berjudul Global Kaliyuga,” ucapnya.


Nora yang mengenakan kemaja merah kotak-kotak sibuk menata jambul Jerinx. Di dalam ceirta fiktif itu banyak berisi sindiran dan sarkasme. Misalnya, ia menyebut sejak dulu Bali percaya adanya zaman kaliyuga (zaman kegelapan). “Konsep Nyepi ditiru secara barbar dan militeristik dengan label lockdown, PSBB, zona merah, dan lainnya,” ungkapnya.

Di dalam cerita fiktif itu Jerinx juga mencantumkan tokoh film fiktif Batman, Pak Jarwo, dan Donald Trump. “Kelahiran demokrasi masih bisa diperdebatkan, yang bisa dipastikan adalah matinya demokrasi dibunuh neofasisme global,” cetusnya. (radarbali/san/pra/JPR/JPG/pojoksatu)