Ziarah ke Makam Neneknya, Arda Naff Sempat Alami Hal Mistis, Merinding dan Kesasar

Tantri dan sang suami. Foto : Instagram

POJOKSATU.id, VOKALIS band Naff, Arda mengungkapkan pengalaman yang sulit dilupakannya saat menemani sang ayahnya berziara ke Blora, Jawa Tengah.


Pasalnya, ada kejadian mistis yang membuatnya sampai kesasar hingga ditolong oleh anak di hutan. Suami Tantri Kotak itu pun mengungkapkan pengalaman yang sempat membuatnya merinding.

“Bapak pengen nyekar ibunya di kampung halamannya Randublatung (1 jam dari Blora, Jawa Tengah). Saya terakhir ke sini mungkin 15 tahun yang lalu. Saya lupa bagaimana akses menuju ke sini, yang saya ingat dulu jalannya rusak parah. Karena dengar jalannya sudah diperbaiki saya semakin semangat untuk nyetir sambil mencoba mencolek lg ingatan masa kecil,” ungkap pemilik nama lengkap Hatna Danarda itu, Minggu(15/11/2020) malam.


Saat mulai perjalanan, Arda dan bapaknya mulai berdebat. Arda ingin mengacu pada arah penunjuk arah teknologi yang biasa dipakai saat ini, sementara ayahnya menunjukkan arah berlawanan dari jalannya laju mobil yang dikemudikan Arda.

“25 menit saja jarak tempuh Madiun Ngawi via tol, lalu saya nyalakan GPS terjadilah perdebatan dgn bapak di mobil, bapak yakin nunjukin jalan ke arah yg berbeda sedangkan saya ngotot untuk ngikutin GPS aplikasi mutakir yg ampuh motong jarak tempuh,” lanjutnya.

Awalnya, mereka masih senang melewati jalanan desa meski rumah tiak begitu banyak. Namun, suasana berubah saat hari mulai gelap, sementara mereka tak juga menemui makam yang dimaksud. “Siang hari mulai terasa gelap, ya suasanya, ya banyak pohon yg memayungi kami. Tak sadar kami tiba-tiba di dalam hutan, jalan setapak dan mobil tidak bisa putar balik. Tak ada satu orangpun, pilihan kami cuma maju hanya itu. 30 menit kami berhenti di dalam hutan menunggu orang lain lewat tapi nihil,” jelasnya.

Setelah tak juga menemui orang untuk ditanya, mereka terus melaju menembus hutan berkali-kali hingga akhirnya menyadari ada yang aneh. “Kami memutuskan untuk jalan terus hampir dua jam rasanya, tapi ketika melihat arah jam di mobil kok masih dalam hitungan menit. Kami terus terus terus maju menembus hutan, ketemu ada beberapa rumah warga (tadi sempat live IG tiba-tiba sinyal ilang), diarahkan ke jalan raya. Saya pede lagi ternyata kami masih di dalam hutan padahal ikutin arahan warga tadi, di situ saya merasa tak berdaya,” ungkapnya.

Saat itulah Arda merasa ada yang tidak beres hingga harus membaca doa. “Komat kamit doa karena merasakan ada yang aneh. Baru ngebatin “kita ini mau ziarah lho niat baik” langsung dijawab tiba-tiba ketemu bocah keluar dari hutan sedang cari makan ternaknya. Kami minta tolong dicarikan jalan keluar, kita ikutin mereka hampir 45 menit. Alhamdulillah ketemu peradaban, itu bocah dikasih uang gak mau bilangnya “kulo niki nulung lho pak (saya ini sekadar nolong pak)” lalu mereka kabur mengabaikan uangnya,” bebernya.

“Sejujurnya sepanjang perjalanan cuma merinding enggk habis habis, mau diucap tapi lidah kelu maka disimpan rapat dalam hati semua prasangka. Video yang saya tangkap hanya diawal masuk hutan, setelah itu enggak kepikiran untuk ngerekam kembali,” sebutnya.

Dari perjalanan tersebut, Ardna memetik pelajaran penting. “Pelajaran hari ini adalah menjadi bodoh itu bahaya tapi lebih bahaya lagi menjadi sok pintar, maafin ya pak,” pungkasnya. (nin/pojoksatu)