Alami Kerugian selama Pandemi Covid-19, Member JKT48 Dikurangi

Melody Laksani bersama member JKT 48. Foto : Instagram/@melodylaksani92

POJOKSATU.id, KABAR kurang mengenakkan harus datang dari manajemen JKT48. Ini terkait kondisi real grup vokal idola remaja itu di tengah pandemi Covid-19.


Mau tidak mau, fans harus memahami bakal akan kebijakan pengurangan member dan staf JKT48. Pasalnya, bisnis grup tersebut mengalami kerugian besar. JKT48 terancam bubar jika tidak melakukan restrukturisasi member dan staf.

Hal tersebut dikatakan oleh General Manager Teater JKT48, Melody Nurramdhani Laksani, Selasa (10/11/2020) di Channel YouTube JKT48.

Pengumuman yang disampaikan Melody cukup singkat, 7 menit 55 detik. Melody mengatakan, pukulan terberat bagi JKT48 adalah ketika pertunjukan teater, handshake event, dan konser tidak bisa dilakukan selama pandemi. ”Kami merasa tujuan dibentuknya JKT48 tidak dapat diberikan secara maksimal. Faktanya, secara bisnis, grup ini mengalami kerugian yang menyakitkan. Di posisi yang sulit untuk beroperasi,” ujar Melody.


Memang, sejak akhir Maret 2020, kegiatan JKT48 menjadi tersendat. Terutama, pertunjukan teater yang menjadi nyawa grup idola itu. Bukan hanya untuk mempertahankan konsep idola yang bisa ditemui setiap saat. Tetapi, dari segi pemasukan, pertunjukan rutin memberikan dampak yang besar untuk menjaga cash flow. Apalagi, jika ditambah dengan handshake event dan konser.

”Saat ini, kami menemukan cara untuk melanjutkan kegiatan. Yaitu live streaming dan video call with jkt48,” imbuh Melody. Namun, hal itu tidak menolong. Seperti diketahui, live streaming baru dimonetisasi akhir-akhir ini saja. Video call memang membantu. Tetapi, tidak cukup untuk mempertahankan cash flow.

Melody bilang, saat ini ada 70 member termasuk siswi akademi dan kurang lebih 50 orang staf yang berusaha setiap harinya untuk memberikan energi positif kepada semua orang di Indonesia. Sampai November, mantan kapten JKT48 itu menyebut sudah melakukan semua hal untuk bertahan hidup.

”Akan tetapi, sejujurnya dengan dihentikannya teater, handshake event, dan konser, kami berpikir tujuan sebenarnya dari JKT48 yaitu memberikan semangat bagi semua orang di Indonesia tidak dapat dilakukan dengan maksimal. Walaupun semua sudah dilakukan dengan sekuat tenaga,” jelas Melody.

Lebih lanjut Melody mengatakan, faktanya secara bisnis JKT48 mengalami kerugian yang sangat menyakitkan. Kondisi ini membuat JKT48 berada di posisi yang sangat sulit untuk beroperasi. ”Beberapa bulan terakhir, manajemen dan stakeholder berdiskusi. Apakah tidak ada cara lain bagi jkt48 selain untuk bubar?” kata Melody.

Melody jelas tidak main-main saat menyampaikan itu. Dia sempat memberi penegasan, bahwa saat ini JKT48 sudah tidak bisa melanjutkan lagi aktivitas dan harus berhenti. ”Apakah JKT48 yang bertahan selama sembilan tahun harus berhenti sampai saat ini? Apakah grup yang didukung banyak orang berhenti sampai di sini?” tanya Melody.

Bubar bisa jadi opsi terakhir. Yang jelas, saat ini JKT48 masih mau bertahan. Alasannya, justru pada saat pandemi, JKT48 harus bisa memberikan energi dan semangat supaya orang-orang bisa mengangkat kepala dari keterpurukan. Supaya berjuang untuk masa depan.

”Setelah berdiskusi terus menerus, hanya ada satu cara agar JKT48 bisa bertahan. Cara itu adalah: pengurangan member dan staf JKT48,” tegas Melody.

Hanya saja, Melody belum merinci berada member dan staf yang akan terimbas pengurangan tersebut. (JPC/pojoksatu)