Teken Kontrak Kerja di Selandia Baru, Ternyata Ini Alasan Chef Renatta Berkarir di Indonesia

Renatta Moeloek. Foto : [email protected]

POJOKSATU.id, CHEF Renatta Moeloek sejatinya memiliki banyak target untuk memuluskan impiannya bekerja di restoran ternama di dunia usai menamatkan kuliah di Paris, Perancis.


Namun, siapa sangka, dirinya malah betah di Indonesia sejak menjadi juri Masterchef Indonesia season 5. Padahal, dirinya mendapatkan pekerjaan di Selandia Baru. Proses demi proses tahapan wawancara telah dilakukannya hingga teken kontrak.

Kemudian, semuanya seakan berbalik dan menuntunnya berkarir di kampung halaman, Indonesia. Ini semua ternyata berawal dari pengurusan administrasi visa yang awalnya untuk dirinya bisa bekerja di Selandia Baru.

“Awalnya kenapa dari Paris ke Indonesia, itu karena salah satunya visa hasis. Gue dapat pekerjaan di New Zealand (Selandia Bary). Sudah ada kontraknya, sampai video tanda tangan, kontrak sudah done. Gua pulang ke Jakarta ngurus visa untuk ke New Zealand,” kenangnya di YouTube Arnoldd Poernomo, Selasa (20/1/2020).


Ternyata setelah diurus apa yang diharapkan gadis kelahiran 1994 itu tak berjalan mulus. “Sampai di sini enggak bisa, mereka enggak bisa memperkerjakan pekerja dari luar kalau kuota dalam negeri masih bisa,” ungkapnya.

Setelah gagal ke New Zealand, Renatta memilih menetap di Indonesia. Dari situ, teman-temannya membantu memberitahu ke orang lain tentang skill Renatta bahwa dirinya bisa dipanggil untuk memasak. “Ada kenalan, dari mulut ke mulut, private dinning,” jelasnya.

Hingga akhirnya berjodoh dengan Masterchef Indonesia. Nah, sebagai paling muda dibanding dua juri lainnya Chef Juna dan Chef Arnold, dirinya mengaku tidak ada kendala untuk klop di depan kamera.

Pun diakuinya, diantara rekan kerjanya itu, Chef Arnold yang paling menyebalkan. “(Mereka) suka mengerluarkan lelucon yang enggak selalu lucu. Dan gua di tengah-tengah enggak tahu merespon apa. Arnold kalau ketawa lepas, jadi kayak something happen di galeri (Masterchef) ngakak-ngakak. Gue belum mengerti, apa yang lucu, nyebalin yang positif. Gua enggak pernah bete (ke Chef Juna dan Chef Arnold),” ungkapnya.

Di sisi lain, Renatta mensyukuri kehadiran yang kini tersohor mampu memberikan hal positif ke kaum muda khususnya perempuan yang tak lagi merasa aneh saat bercita-cita jadi koki. Dimana, perempuan yang hobi di dapur kini bisa memiliki karir cemerlang. “Perempuan di dapur punya karir,” tegasnya.

Sementara itu, Renatta juga menjelaskan soal tampilan dan perawakannya yang kerap disalahartikan lantaran susah senyum. “Kalau masalah muka, mukanya jutek, dari dulu bengong orang banyak tanya kenapa lagi sedih? Bete? Padahal enggak, memang mukanya (begitu),” bebernya.

Renatta juga menegaskan tak pernah bermasalah dengan tampilan, meski dirinya terkesan sederhana dan tomboy. Beda dengan para chef selebriti yang biasanya tampil dengan make up. “Gua dari kecil sempat gembrot, gue pede-pede banget sama orang-orang. Gua enggak pernah ada masalah dengan self esteem, gua dari kecil sotoy,” pungkasnya. (nin/pojoksatu)