Promosikan #IndonesiaButuhKerja, Gofar Hilman : Gue Secara Pribadi Minta Maaf

Gofar Hilman. Foto : Instagram

POJOKSATU.id, PENYIAR radio dan Youtuber, Gofar Hilman mengaku kesalahan dirinya dan tim yang tidak melakukan riset lebih dalam saat menerima endorses tagar #IndonesiaButuhKerja.


Tak ingin berlarut-larut, Gofar lebih dulu meminta maaf secara terbuka di akun Twitter @@pergijauh, Kamis (13/8/2020).

“Siang semuanya, di sini gue akan menjelaskan soal pekerjaan yang sempet gue ambil dan sekarang jadi perbincangan. Awalnya, gue dapat tawaran untuk bikin video soal kreativitas di rumah dan gimana cara kreatif bertahan di masa PSBB,” tulis pria yang belakangan dikabarkan dekat dengan Nikita Mirzani tersebut.


Gofar menyebut sama sekali tak menyangka tagar itu berkaitakan dengan RUU Cipta Kerja yang kontroversial. “Dari deck presentasi dan brief yang gue dapet, tidak ada disebutkan mengenai RUU apapun. Dan apa yang gue sampaikan melalui video dan tulisan, tidak ada pernyataan bahwa gue mendukung ataupun mengecilkan salah satu pihak tertentu,” jelasnya.

Kasus ini akan dijadikan pelajaran bagi Gofar ke depan. “Kesalahan dari gue dan tim, kita tidak melakukan riset yang lebih dalam lagi sebelum dan sesudah menerima pekerjaan. Melalui tulisan ini, gue secara pribadi minta maaf, dan ke depannya gue dan tim akan lebih berhati-hati ketika menerima pekerjaan. Have a good day,” pungkas pria 37 tahun itu.

Setelah Gofar, penyanyi Ardhito Pramono juga menyampaikan permintaan maaf. Adhito bahkan menjadi trending teratas di Twitter, hari ini (15/8/2020), setelah memberikan klarifikasi atas postingannya.

Lewat klarifikasinya di akun Twitter-nya, Ardhito mengaku memang menerima bayaran atas postingan tersebut.

Namun, dia memastikan akan mengembalikan uang senilai Rp10 juta tersebut karena dirinya tidak tahu soal maksud postingan tersebut berkaitan dengan RUU Cipta Kerja yang lagi ramai penolakan lantaran tidak pro pekerja ini.

“Betul bahwa saya menerima brief untuk ikut dalam kampanye tagar #IndonesiaButuhKerja dan menerima bayaran. Seperti kerja sama saya dengan sebuah brand. Namun dalam brief yang saya terima dari publicist saya, tidak ada keterangan tentang Omnibus Law. Apakah saya bertanya sebelumnya? Ya, saya bertanya,” jelasnya.

Dia menegaskan saat menerima tawaran endorse itu sempat bertanya apakah apakah ada kepentingan politik tertentu. “Jawaban publicist saya; tidak. Tujuannya hanya membuat tenang di tengah pandemic karena akan adanya lapangan pekerjaan nantinya. Saya diminta membuat tulisan sesuai dengan harapan saya,” ungkapnya

Bahkan, aktor dalam film ‘Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini’ itu menegaskan sebelum menyetujui kerja sama juga bertanya, apakah ada hubungan dengan Omnibus Law? “Jawabannya, tidak ada. Saya bertanya karena saya hanya musisi, enggak paham politik dan tidak punya pengetahuan akan isu-isu tersebut, sehingga saya tidak ingin digiring ke ranah yang tidak saya pahami,” bebernya.

Ke depannya, Ardhito mengungkapkan atas ketidaktahuannya dirinya minta maaf. “Atas ketidaktahuan dan seakan seperti nirempati pada mereka yang sedang memperjuangkan penolakan terhadap RUU ini, saya mohon maaf. Ke depan saya akan berusaha lebih berhati-hati dan peduli. Saya musisi. Bukan buzzer. Saya ingin memiliki pengaruh, tapi melalui musik yang saya buat. Terima kasih,” tuturnya.

“Atas permintaan maaf ini, hari ini saya sudah meminta publicist saya untuk mengembalikan pembayaran yang saya terima dari memposting tagar #IndonesiaButuhKerja,” tegasnya.

Ramainya kabar pemerintah membayar para artis untuk kampanye RUU Cipta Kerja awalnya mencuat saat akun Twitter @Kalambukankemal membuat daftar puluhan publik figur baik itu penyanyi, presenter, Youtube, komika, juga pesepakbola mengunggah postingan #IndonesiaButuhKerja. Tercatat ada 22 nama artis yang menurutnya telah mengunggah hal tersebut. Namun, mayoritas telah menghapus postingan tersebut. (nin/pojoksatu)