Didiagnosa Kanker Ovarium Stadium 1C, Feby Febiola Ungkap Kondisi Sebenarnya

Feby Febiola dan suami.

POJOKSATU.id, JAKARTA – Feby Febiola sempat mengejutkan warganet usai tampil botak. Terlebih saat menceritakan penyakit yang sedang dialaminya, yakni kanker ovaium stadium 1C.


Meski begitu, Feby memastikan kondisinya baik-baik saja. Saat ini, ia berada di rumah dan sudah mulai melakukan banyak aktivitas meski dibatasi.

“Tapi sih sebenarnya yang gue alamin sekarang, keadaan sekarang sih sebenarnya gue baik-baik aja, maksudnya nggak lemes, nggak seperti yang orang-orang kayak WhatsApp gue kayak kesannya gue lagi lemes di rumah sakit, enggak,” beber Feby di channel YouTube Maia Estianty, Senin (3/8).

“Gue sekarang di rumah, cuman ya mungkin kegiatan dibatasin dulu karena memang harus banyak istirahat. Tapi overall kondisi gue oke, gue udah bisa olahraga, gue udah bisa treadmill sedikit-sedikit, gue bisa berenang, kemaren juga udah jalan-jalan tapi mungkin lebih kayak ke seputaran Bali gitu. Jadi everything fine dan gue normal, jadi kalau dibilang gue baik-baik aja walaupun dengan keadaan gue yang botak ini,” sambungnya.


Dalam kesempatan tersebut Feby pun menceritakan awal mula dirinya mengetahui penyakit yang dialaminya.

“Ketahuannya itu waktu gue USG. Sekitar dua bulan yang lalu. Terus dokter yang USG gue, dia bilang ‘ini kayaknya ada massa di indung telur sebelah kanan’, mukanya yang langsung serius gitu, gue yang ‘eh, apa nih?’. Karena gue nggak ngerasa apa-apa,” ungkapnya.

Selanjutnya, Feby pun diminta untuk melakukan cek darah, tumor marker dan CT Scan untuk memastikan kondisinya.

“Hasil darah baik-baik aja, udah mulai lega dong. Tumor marker masih dua minggu (hasil pemeriksaan), sementara CT Scan langsung keliatan. Jadi itu massa-nya udah besar banget, sekitar 16 senti, tumornya,” tuturnya.

Begitu mengetahui ada tumor, dokter yang sebelumnya menangani Feby langsung merujuknya ke SpOG Onkologi yang kemudian diputuskan harus menjalani operasi.

“Sehari setelah itu aku operasi. Ya terus ketahuanlah ternyata itu, ganas. Kalau ovarium kan beda sama servik, ovarium di dalam, jadi emang harus operasi dulu,” jelasnya.

“Keluar dari ruang operasi, gue langsung nanya ke suami, ‘apa hasilnya’. Suami ku bilang, ‘ya itu kanker ganas’, gue ngga tahu kenapa waktu itu, pas dengar kanker ganas gue malah santai aja. Entah pasrah, entah pengaruh obat bius, nggak ngerti juga. Tapu waktu itu suami ku bilang, menurut pengamatan mata dokter ini belum nyebar, pas dibilang belum nyebar gue agak-agak lega,” sambungnya.

(zul/pojoksatu)