Dituduh Melakukan Kekerasan Terhadap Putrinya, Ini Tanggapan Ibunda Angbeen Rishi

Angbeen dan Adly Fairuz. Foto : Instagram

POJOKSATU.id, YULIA Wirawati, ibu kandung pesinetron Angbeen Rishi, kekasih Adly Fayruz menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Kamis (19/3/2020).


Dia dilaporkan oleh Angbeen putri kandungnya sendiri karena pencemaran nama baik. Yulia mengatakan mendapatkan kurang lebih 10 pertanyaan selama pemeriksaan.

Yulia sendiri menanggapi santai curhatan putrinya kemarin tentang melakukan kekerasan.


“Apapun yang dilontarkan ke saya, buat saya itu tidak mengurangi cinta kasih sayang seorang ibu ke anaknya,” ujarnya.

Dia tak ingin membantah semua tudingan tersebut. Dia hanya ingin publik menilai bahwa putrinya yang lain alias adik Angbeen masih tetap tinggal dengannnya.

“Saya kalau dibilang tuduhan-tuduhan seperti itu, adiknya Angbeen masih tinggal sama saya,” ungkapnya.

Yulia sendiri mengatakan soal rencana pernikahan Adly dan putrinya, dia sama sekali tidak tahu. “Kalau bicara soal pernikahan, saya tidak pernah tahu. Restu tidak datang, undangan polisi yang datang,” tandasnya.

Sementara Adelive adik Angbeen yang menemani ibunya ke kantor polisi, mengatakan semua tuduhan kakaknya ke ibunya tidak benar. “Kalau mama lakukan kekesaran aku pasti ikutan kabur,” tegasnya.

Adel mengatakan sudah lama tidak berhubungan dengan kakaknya. “Aku enggak pernah kontak langsung ke dia. Karena sudah putus kontak juga, sudah lama,” lanjutnya.

Diapun mengaku kecewa mamanya harus diproses hukum. “Kecewa banget, ini bukan mama aku doang, ini mama kita, ngapain dilaporin,” tambahnya.

Adel enggan menuduh perubahan sikap kakaknya karena pengaruh Adly. “Kalau semenjak keluar dari rumah, bisa dilihat sampai ngelaporin mama. Aku enggak tahu, aku enggak mau nuduh-nuduh, bisa dilihat sendiri,” pungkasnya.

Kemarin, Rabu (18/3/2020), tak disangka, Angbeen menceritakan masa kelam hidupnya tinggal bersama ibunya lewat unggahan Instagram. “Dan satu lagi hati-hati dalam berbahasa, ini adalah negara hukum. Tak perlu dan tak perlu lah saya mengumbar aib, tak perlu dan tak perlu lah hal kejam dan siksaan apa yg saya alami, dan tak perlu dan tak perlu lah saya menjabarkan bagaimana saya mengalami kekerasan fisik & verbal bertubi-tubi,” jelasnya.

Mirisnya, Angbeen blak-blakan mengungkapkan dia pernah dipaksa dekat dengan pria karena uang bahkan diminta pindah keyakinan. “Dipaksa mendekati laki-laki yang jauh lebih tua hanya karena uang, dipaksa pindah agama, sampai sering kali mendengar kata-kata lebih rendah dari pelacur hanya karena mencintai orang dengan tulus yang satu satu bukan karena uang. Karena menurut mereka “pelacur aja dibayar masa kamu engga?” dan dikecam hanya karena saya ingin menikah,” bebernya.

Perlahan, Angbeen menguak hal mengejutkan. “Banyak dan banyak sekali tekanan & siksaan yg saya alami. Walaupun dipernikahan yang ketiga kalinya, seorang hajjah meninggalkan aqidah, meninggalkan agamanya. Satu patah kata pun tidak saya lontarkan untuk mempermalukan atau mempermasalahkannya. Bahkan yang membuat paling terpukul adalah mengais rezeki dari pagi ke pagi bukan untuk diri sendiri, dipermalukan, diperlakukan kekerasan fisik di tempat kerja,” paparnya.

Angbeen bahkan dipaksa mengikuti ritual pengusiran setan karena dia dianggap kesurupan. “Bukan dengan secara Islam tapi dengan cara yang sangat ditidak pantas (dengan kekerasan fisik, verbal, bahkan disiram oleh air, dan dipegangi ramai-ramai) di lokasi shooting di tengah-tengah saya bekerja dan disaksikan banyak orang,” ungkapnya.

“Saya manusia bukan hewan, bahkan hewan pun dapat perlindungan. Saya manusia saya punya hak memilih untuk tidak meninggalkan agama saya. Dan memilih siapa yang saya nikahkan,” tegasnya. (nin/pojoksatu)