Blak-blakan, Cinta Laura Sempat Marah dan Frustasi saat Jargon ‘Becek Enggak Ada Ojek’ Viral

Cinta Laura Foto : Instagram/@claurakiehl

POJOKSATU.id, CINTA Laura dikenal publik Indonesia sejak 2007 ketika sinetronnya ‘Cinderela’ booming tahun 2007.


Dia juga identik dengan jargon ‘mana hujan, becek enggak ada ojek’ yang melekat hingga saat ini, karena logat bicaranya yang kenal dengan bahasa Inggris.

Namun, tak banyak yang tahu, jargon itu sejatinya membuatnya merasa diledek dan dijadikan bahan guyonan.


Pada usianya 13 tahun saat itu, dara berdarah Jerman itu sempat marah mendalami orang mengenalnya dengan jargon itu.

“Dulu waktu pertama jadi artis, mungkin aku belum siap karena masih muda. Waktu slogan, jargon itu keluar dan jadi viral sebenarnya membuat aku sangat marah dan sedih dan frustasi,” ungkapnya Rabu (11/3/2020) di Channel Youtube Deddy Corbuzier.

Cinta menjelaskan jargon itu diambil dari dialog di sinetronnya, namun entah bagaimana ada orang yang me-remixnya dan menjadikan lagu. “Banyak orang pikir aku yang masuk studio dan bilang kata-kata itu, ngerilis musik sendiri. Itu sangat menyakitkan aku. Buat aku ngapain aku masuk studio (buat lagu itu),” ungkapnya.

Dulu Cinta merasa orang membuatnya jadi lelucon dengan jargon tersebut. “Waktu aku masih remaja muda banget 13 tahu, enggak ngerti kenapa orang suka jargon itu, aku ngerasa orang-orang berusaha menertawakan aku, dan berusaha membuat aku merasa buruk,” lanjutnya.

Bahkan, dia menceritakan betapa kesalnya dia saat orang-orang bertemu dengannya dimana saja malah memanggilnya dengan jargon itu. “Kemanapun aku jalan umur 13 tahun, ke mal kemana saja, (ketemu orang) bukaknnya bilahg ‘Hai Cinta’, itu (jargon) yang mereka bilang pertama. Aku pikir orang-orang bullyin aku. Itu yang bikin aku marah dan stres,” tegasnya.

Dia pun pernah melabrak seseorang yang mengatakan jargon itu. “Sampai kalau ada orang ngomong itu aku datangi dan bilang ‘berhenti sama sekali, enggak lucu’, lalu aku pergi,” kenangnya.

Kini, setelah menjadi perempuan dewasa, Cinta berusaha mengerti dan bersyukur jargon itu salah satu yang membuatnya terkenal. Namun, dia jelas tak ingin dikenal hanya karena jargon itu.

Oleh karenanya, saat ini dia meminta pihak manapun yang mengundangnya dalam satu acara untuk tidak bicara soal jargon tersebut. “Aku enggak mau ngomongin itu dan enggak ingin diperkenalkan dengan jargon itu. Karen aku ingin orang tahu bahwa jargon itu tak mewakili siapa diriku sebenarnya. Dan aku enggak ada hubungan sama sekali dengan saya,” pungkasnya. (nin/pojoksatu)