Dipolisikan karena Komentari Insiden Wiranto, Jerinx Unggah Kalimat BJ Habibie hingga Kisah Bom Bali

Jerinx Foto : @jrxsid/@tele.bali

POJOKSATU.id, MUSISI band Superman Is Dead (SID), Jerinx harus berurusan dengan ranah hukum setelah dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas unggahan di media sosial terkait peristiwa penusukan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto pada Kamis (10/10/2019).


Jerinx tak sendiri yang dilaporkan, ada juga putri Amien Rais, Hanum Rais juga penulis dan pegiat media sosial Jonru Ginting dengan nomor laporan LP/6558/X/2019/PMJ/Dit.Reskrimsus tanggal 11 Oktober 2019. Pihak pelapor dalam laporan tersebut bernama Jalaludin.

Jerinx sendiri tampak santai menanggapi laporan itu. Dia mengunggah kalimat dari almarhum BJ Habibie tentang penjara hanya untuk kriminal bukan untuk orang yang berpandangan lain.


Kemudian, Sabtu (12/10/2019), suami Nora Alexandra Philip ini menuliskan panjang tentang kisah Bom Bali 1. Ini dituliskannya untuk orang-orang yang menyebutnya mendukung teroris hanya karena tidak sependapat dengan Wiranto. Dimana, tragedi Bom Bali 1 telah menewaskan tiga temannya.

“Bom Bali 1 tahun 2002 anda di mana? Saya ada di rumah saya di Gang Poppies 2 Kuta, 100 meter dari lokasi bom, 3 teman saya meninggal, beberapa bagian rumah saya hancur. Lalu, selama seminggu, bersama @gendovara saya jadi relawan di RS Sanglah, saat itu saya mengurus bagian logistik utk para relawan dokter dan tenaga medis dari Indonesia dan seluruh penjuru Dunia yg membantu mengurus jenazah korban. Bisnis keluarga saya bangkrut hampir setahun setelah kejadian. Puluhan konser melawan terorisme saya gagas. Banyak lagu SID yang saya tulis untuk melawan terorisme,” tulisnya.

“Anda di mana saat Bom Bali 1? Berapa kawan anda yang meninggal? Rumah anda porak poranda juga kah? Apa yang sudah anda lakukan untuk melawan terorisme? Masih menuduh saya membela teroris?,” lanjutnya.

Masih tentang teror, lanjut Jerinx, dalam sepengetahuannya di sejarah politik global, percobaan pembunuhan terhadap pejabat kelas elite selalu dilakukan dengan senjata api/sniper atau bom bunuh diri. “Saya 100% penasaran saja kenapa ada yg memakai pisau? Apakah pelaku hanya mencari sensasi? Atau memang dia cukup bodoh utk percaya dia bisa membunuh pejabat yg dikawal ketat hanya dengan menggunakan pisau? Tak sedikitpun saya mendukung aksi kekerasan tersebut. Saya pun mengucapkan lekas sembuh kepada Beliau di unggahan saya setelahnya,” bebernya.

Dia meminta siapapun untuk tidak mengajarinya tentang empati. “Berapa banyak sih konser amal untuk korban bencana alam di Indonesia yang kau adakan memakai uangmu sendiri? Jika hanya sekedar berucap, apakah itu akan membantu kondisi korban? Semoga harimu dipenuhi empati yang didasari perilaku bukan hanya omongan,” tegasnya.

Jerinx disebut kurang berempati karena setelah insiden Wiranto itu dia mengunggah foto bersama Wiranto dengan tulisan ‘lekas semboh bro’. Di kolom komentar, dia menuliskan dia mendoakan lekas sembuh agar Wiranto mempertanggungjawabkan dosa politiknya. (nin/pojoksatu)