Dian Sastro dan Arie Kriting Tolak Rencana Pengesahan RUU KUHP, Bikin Rakyat Kecil Gampang Dipenjara

Dian Sastro
Dian Sastro. Foto : Instagram

POJOKSATU.id, RENCANA pemerintah pengesahkan RUU KUHP mendapat tentangan dari berbagai pihak termasuk kalangan artis, diantarany aktris Dian Sastro dan komika Arie Kriting.


Dian mengunggah tulisan di Insta Storynya dari postingan seseorang yang menyuarakan ketidakadilan di dalam UU itu bagi rakyat.

“DPRD dan pemerintah dalam hitungan hari hendak mengesahkan aturan-aturan hukum pidana yang ngaco! Setelah mengesahkan revisi UU KPK, sekarang mereka hendak mengesahkan revisi RKUHP. Apa ngaruhnya sih buat gue? Kalau kamu mikir gitu cek dulu deh apaKah kamu temasuk orang-orang Ini karena di Revisi KUHP, orang-orang ini dianggap kriminal,” tulisnya.

Beberapa pasal yang cukup jadi sorotan di RUU KUHP ini adalah gelandangan didenda Rp1 juta, pasal tentang santet, hukuman bagi pengkritik presiden yang akan dipenjara dan lainnya. Dian juga mengkritis tentangan meringkan hukuman bagi koruptor dari empat menjadi dua tahun.


“Kok bisa sih mereka bikin undang undang absurd gitu? Kalau mau kritik pemerintah dan DPR mending sekarang deh kalau udah disahkan nanti kita bisa dipenjara. Sekarang nih kita enggak bisa cuek-cuke lagi, karena siapa saja bisa dipenjara. Saya kamu, keluarga kita, teman-teman kita, gebetan kita,” ungkapnya. Dia juga mengajak publik menandatangi petisi di www.change.or.

Sementara itu, kabar teranyar, Presiden Joko Widodo telah memutuskan pengesahan RUU KUHP resmi ditunda. Jokowi memerintahkan Menkumham Yasonna Laoly menyampaikan pernyataan sikap ke-DPR. Presiden meminta agar pengesahan RUU KUHP ditunda dan tidak dilakukan oleh DPRD periode ini, tapi periode selanjutnya.

Sedangkan Arie Kriting menyebut RUU KUHP akan membuat rakyat kecil gampang dipenjara. Menurutnya, beberapa pasal bahkan tidak masuk akal untuk dijalankan. “Jika RUU KUHP ini sampai diloloskan oleh DPR, maka yang timbul di masyarakat justru adalah chaos karena akan sangat banyak sekali kasus pidana yang sebenarnya tidak perlu. Sementara, lanjut Arie memutuskan perkara hukum harus berdasarkan KUHP ini,” ungkapnya, Jumat (20/9/2019).

“Ini hanya contoh konyol, sementara di RUU KUHP ini lebih banyak lagi kasus yang justru menyebabkan korban kejahatan malah yang dipenjara,” timpalnya.

“Kasus pemerkosaan misalnya. Malah sangat memberatkan korban perkosaan karena ketika janin akibat perkosaan itu akan digugurkan, justru perempuan tersebut bisa dipidanakan. Atau pasal mengenai gelandangan yang bisa dikenai pidana dan denda 1 Juta Rupiah, sementara UUD mengamanatkan bahwa Fakir Miskin dan Anak Terlantar Dipelihara oleh negara. Sungguh bertolak belakang,” bebernya.

“Mari pasang mata dan telinga, kita tolak bersama RUU KUHP yang sekarang sedang digodok oleh mereka yang duduk di DPR itu,” timpalnya.

Di akhir tulisanya, Arie sudah menyiapkan mental dihujat karena pro Jokowi.

“Anyway, buat pendukung Prabowo, jgn sedih ya. Presidennya akan tetap Pak Jokowi kok sampai 5 tahun ke depan. Jadi kalian gak usah repot-repot ngatain saya, kenapa dukung Jokowi. Saya gak nyesal kok,” pungkasnya. (nin/pojoksatu)