Inilah Prahara Nassar-Muzdalifah

POJOKSATU- Dengan perasaan kesal, Nassar keluar dari istana Muzdalifah. Kenangan indah yang dibangunnya bersama ibu lima anak itu seketika lenyap lantaran prahara rumah tangga yang terjadi sejak awal Desember lalu belum juga usai. Puncaknya, ia memilih pergi ke Empang, Bogor. Bahkan, pria tembem dan bertubuh gempal itu harus membawa empat koper harta ke Kota Hujan.

DI tengah kisruh rumah tangganya, pedangdut Nassar memilih tinggal di kediaman sang nenek di Bogor. Kabarnya, Nassar membawa uang milik istrinya, Muzdalifah. Pihak keluarga yang diwakili sang nenek, Tuti, memastikan saat Nassar pergi ke Bogor hanya membawa empat koper berisi pakaian. Menurutnya, kabar miring itu merupakan upaya memperkeruh rumah tangga cucunya.

 


”Saya tersinggung ada kabar itu. Nggak mungkin Nassar begitu,” kata Tuti. ”Nggak lah. Kalau bawa duit, kenapa enggak ada tuntutan. Pikir logika kita. Mana mungkin dibiarkan begitu.Nassar punya uang dari hasil manggung. Kalau kayak gitu buntutnya bau dong,” kata Tuti di kediamannya di Jalan Empang, No 35, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.

 

Tuti memastikan, saat itu Nassar hanya semalam berada di rumahnya. Nassar ke Bogor untuk menenangkan diri. ”Saya nggak tahu ke mana. Kopernya masih ada tiga di sini. Pagi dia sudah pergi lagi,” katanya.

Tuti mengaku tidak tahu masalah apa yang sebenarnya terjadi antara Muzdalifah dengan cucunya. Sebab Nassar hanya tinggal semalam saja. ”Saya nggak tahu ke mana. Kopernya masih ada tiga di sini. Pagi-pagi Nassar sudah pergi lagi,” imbuhnya.

Lebih lanjut Tuti menjelaskan, psikologis Nassar terganggu akibat kisruh rumah tangga. Cucunya sempat menenangkan diri ketika berada di rumahnya.

”Saya lihat Nassar kayak orang ngambang,” kata Tuti.

Ia mengizinkan Nassar menenangkan diri tanpa banyak tanya apa permasalahan yang dihadapi. Sebab, Tuti takut mengganggu Nassar yang emosi menghadapi masalah. ”Kejadian ini yang paling besar sampai terpisah. Tapi Nassar nggak sedih. Ya seperti ada emosi, banyak kesal barangkali,” katanya.

Tuti menduga Muzdalifah kesal lantaran tak lagi diizinkan ikut bekerja. “Mungkin dia (Muzdalifah) jengkel nggak boleh ikut Nassar kerja lagi.
Istri kan harusnya di rumah urus anak. Kalau suami cari uang di luar,” kata Tuti.

Wanita keturunan Arab itu meyakini sudah sewajarnya jika seorang suami bekerja tanpa didampingi istri. Karena itu, Nassar ingin membatasi keikutsertaan Muzdalifah. Beberapa waktu lalu, Nassar selalu sendiri. Tidak seperti biasanya, di mana ada Nassar di situ ada Muzdalifah.

Sementara Nassar mengaku kehabisan kesabaran menghadapi Muzdalifah. Nassar pun menantang Muzdalifah yang mengurus perceraian mereka. Bukan tak beralasan, dia menilai Muzdalifah terlihat sangat ingin segera mengakhiri rumah tangganya.

“Yang mau urus kan dari sana, silakan tanya saja dari sana. Jangan dibalikkan saya yang dibilang pengin seperti itu (cerai). Saya nggak bisa toleransi
lagi. Yang mau anu (cerai) kan dari sana. Aku hanya terima (gugatan) saja nanti,” kata Nassar beberapa waktu lalu.

Saling serang dan menyalahkan, tak terima jika diri mereka dibilang menjadi pangkal persoalan atas kisruh yang terjadi. Sadar hal itu tak pantas, Nassar tak ingin ada lagi perang komentar kepada istrinya. ”Tidak pernah mau perang dingin. Aku mikirnya gini, aku jalani apa yang ditakdirkan. Aku happy sekarang,” kata Nassar.

 

Ia pun tak akan menyerang balik atau menyudutkan istrinya. Baginya, laki-laki harus berjiwa ksatria dengan berkomentar seperlunya saja. ”Aku jalani saja apa pun yang diberitakan, banyak yang nanya Nassar sedang dipojokkan. Tapi aku harus kaya apa? Balas pojokan atau diam. Cowok lebih bagus diam. Kalau klarifikasi ini itu nggak bisa selesaikan, justru makin runcing. Aku tanggapi tenang saja. Aku nggak merasa pusing, slow saja,” jelasnya.

Sedangkan Muzdalifah menganggap masalah rumah tangganya sebuah ujian yang harus dijalani. “Insya Allah bunda nggak bisa janji, doakan saja. Ini suatu ujian. Namanya ujian bunda kan nggak tahu, mungkin saja ini ujian bunda di tahun 2014,” kata Muzdalifah. Meski demikian sebagai istri, Muzdalifah tetap melayani suaminya. Muzdalifah menganggap masalah tidak harus menghentikan perannya sebagai istri. ”Tetap sebagai istri, itu kan kewajiban ya. Tapi untuk urusan syuting, bunda nggak mau tahu, itu kan urusan beliau,” akunya.

(ok/er/py)

Nasar2