POJOKSATU.id, PURWAKARTA — Media sosial tengah ramai membahas kondisi Waduk Jatiluhur, Purwakarta, yang dinilai tak sebanding dengan harga tiket masuknya. Video yang beredar pada Minggu (7/12) memperlihatkan permukaan waduk dipenuhi eceng gondok, sementara tarif masuk disebut mencapai Rp 65 ribu per orang.

Informasi terkait tarif itu awalnya diunggah akun Info Cikarang Karawang. Banyak warganet langsung bereaksi karena menilai harga tersebut terlalu tinggi jika melihat situasi waduk yang tampak tak terawat.

Beragam komentar pun bermunculan. Seorang pengguna, Dayat Hidayat, mempertanyakan alasan tarif setinggi itu hanya untuk “melihat air”, bahkan khawatir masih ada pungutan parkir lainnya di dalam lokasi. Kritik serupa dilontarkan Ridwan Hermawan yang mengeluhkan harus membayar parkir lagi meski sudah masuk kawasan wisata.

Tak sedikit yang meminta pengelolaan kawasan wisata ini diaudit. Muhamad Sobani menilai harga tiket sudah kelewat mahal dan sistem pengelolaannya terkesan semrawut.

Baca Juga: Bupati Purwakarta Pastikan Stok Beras Aman Bahkan Surplus 69.000 Ton, Kata Kadis Pertanian Produksi Beras Tahun 2025 Meningkat dari 2024

Keluhan juga muncul dari pengunjung yang pernah datang langsung. Rika Mishosi mengaku pernah dikenai biaya sekitar Rp 75 ribu ditambah tarif parkir. Ia juga bercerita sempat tersesat karena kawasan sepi dan jalan menuju bendungan tidak bisa dilalui akibat adanya perbaikan.

Sejumlah warganet kemudian membandingkan situasi saat ini dengan beberapa tahun lalu. Sri Yono menyebut biaya masuk dulu jauh lebih terjangkau, bahkan ada yang mengatakan dulunya kawasan tersebut bisa diakses gratis. Imas Suryaningsih menambahkan, tahun lalu saja tempat itu masih bebas biaya, tetapi kini sudah memakai sistem tiket.

Di tengah gelombang kritik, ada juga komentar bernada satire. Tahir Yusuf menyinggung pemandangan eceng gondok yang memenuhi waduk sebagai “indah seperti Jamrud Khatulistiwa”, namun sekaligus rawan menjadi habitat ular. Sementara itu, Mochamad Fauzan menyindir bahwa mungkin “eceng gondok terindah” membuat tiket masuk jadi mahal.

Ramainya keluhan ini membuat banyak warganet mendesak pengelola Waduk Jatiluhur melakukan evaluasi besar-besaran, mulai dari perawatan kawasan hingga penetapan tarif masuk. Mereka berharap ikon wisata Purwakarta itu bisa kembali menarik minat pengunjung tanpa memberatkan. ***