PURWAKARTA, POJOKSATU.id, Mensyukuri nikmat Allah SWT tidak cukup hanya dengan ucapan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Salah satunya dengan terus belajar, mengajar, bekerja, dan memberikan manfaat bagi sesama.
Pesan tersebut disampaikan Syaikhuna dalam kegiatan Studium General Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Muhajirin Purwakarta.
Dalam tausiah tersebut, Syaikhuna mengajak para dosen dan mahasiswa untuk memanfaatkan nikmat umur, kesehatan, serta kesempatan yang diberikan Allah SWT untuk melakukan berbagai kegiatan positif.
Menurutnya, selama masih diberikan kesehatan dan kemampuan, setiap orang harus tetap semangat menuntut ilmu dan mengabdi kepada masyarakat.
Belajar, kata dia, tidak boleh berhenti karena usia atau merasa sudah memiliki banyak pengetahuan. Ilmu harus terus dipelajari, diamalkan, dan dibagikan kepada orang lain.
Ia juga mengingatkan pentingnya disiplin dalam mengatur waktu, tenaga, dan keuangan agar kehidupan berjalan lebih terarah dan memberikan manfaat.
Selain belajar dan mengajar, bekerja serta mencari nafkah juga menjadi bagian dari tanggung jawab. Namun, hasil yang diperoleh hendaknya tidak hanya digunakan untuk kepentingan pribadi, tetapi juga untuk membantu sesama dan mendukung pendidikan.
Syaikhuna mencontohkan upayanya mengumpulkan dana untuk membangun pondok pesantren, membeli tanah, dan menyediakan fasilitas pendidikan bagi para santri.
Baginya, membangun ruang kelas dan fasilitas pendidikan merupakan investasi jangka panjang karena manfaatnya dapat dirasakan banyak orang.
Jaga Silaturahmi dan Perkuat Pengabdian
Dalam tausiah tersebut, Syaikhuna juga mengingatkan pentingnya menjaga hubungan baik dengan berbagai kalangan, mulai dari ulama, pemerintah, cendekiawan, pengusaha, hingga masyarakat luas.
Menurutnya, kerja sama dan silaturahmi menjadi bagian penting dalam mendukung pendidikan serta memperluas manfaat bagi umat.
Ia juga mengajak para peserta untuk tidak melupakan kegiatan sosial, seperti menjenguk orang sakit, menghadiri takziah, serta mengikuti kegiatan keagamaan di tengah masyarakat.
Kesibukan, lanjutnya, jangan sampai membuat seseorang kehilangan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Mahasiswa Jangan Hanya Mengejar Gelar
Syaikhuna berharap STAI Al-Muhajirin Purwakarta terus berkembang dan mampu melahirkan lulusan yang unggul secara akademik sekaligus memiliki pemahaman agama yang kuat.
Ia juga menyampaikan harapan agar kajian kitab-kitab turats atau literatur klasik Islam dapat dikembangkan di lingkungan kampus untuk memperkuat tradisi keilmuan pesantren.
Kepada para mahasiswa, ia berpesan agar tidak hanya berorientasi pada gelar sarjana, tetapi juga menjadikan ilmu sebagai bekal untuk memperbaiki diri dan membantu masyarakat.
“Ilmu harus diamalkan, diajarkan, dan digunakan untuk membantu orang lain,” menjadi pesan penting dalam tausiah tersebut.
Ia menegaskan, kesempatan hidup harus dimanfaatkan untuk terus berbuat baik dan meninggalkan sesuatu yang bermanfaat bagi generasi mendatang.
Melalui kegiatan Studium General ini, diharapkan para dosen dan mahasiswa STAI Al-Muhajirin semakin termotivasi untuk terus belajar, menjaga akhlak, memperkuat keimanan, serta mengabdikan ilmu bagi umat, bangsa, dan negara.***




