POJOKSATU.id, PURWAKARTA - Dalam acara Gebyar Milad dan Haul Pondok Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta, Hj Ifa Faizah Rohmah, Ketua Yayasan Al-Muhajirin, menyampaikan pandangannya mengenai arti kemerdekaan Indonesia dan peran penting ulama, kyai, dan santri dalam menjaga nilai-nilai keimanan dan ketakwaan.
Dalam kesempatan itu, Teh Ifa yang juga Calon Anggota DPD RI ini berpesan kepada generasi muda di Purwakarta dan umumnya Indonesia.
"Anak-anakku sekalian, tidak ada yang dapat mengingkari bahwa Indonesia merdeka karena jasa dan pengorbanan para ulama serta para santri. Mereka berjuang untuk menghalau ancaman terhadap kedaulatan kita. Merdeka bukanlah sekadar kata-kata, melainkan hasil perjuangan ulama, kyai, dan santri yang menjadi pilar utama dalam memerdekakan NKRI."
Sebagai pewaris nilai-nilai ulama, kata dia, adalah anak cucu para pejuang yang telah berjuang sebelumnya.
Baca Juga: Teh Ifa Cerita Perjalanan 31 Tahun Ponpes Al Muhajirin Purwakarta
Kita memiliki tanggung jawab untuk menjaga cita-cita mulia para ulama, membentuk kehidupan dalam bimbingan dan ridho Allah subhanahu wa ta'ala.
Pemimpin-pemimpin kita haruslah bertakwa, memimpin dengan keimanan, dan mengajak rakyatnya untuk hidup dalam ketakwaan. Hanya dengan berjuang untuk mendapatkan ridho Allah, kita akan memperoleh keberkahan di langit dan di bumi."
"Kami berdoa semoga di pemilu 2024 nanti, kita semua dapat memilih pemimpin yang amanah, yang senantiasa menjunjung tinggi nilai keimanan dan ketakwaan dalam setiap tindakannya. Pemimpin tersebut harus berjuang untuk kemaslahatan umat dan mencintai tanah air, karena kita adalah pewaris dari para pejuang yang telah membentuk NKRI ini. Jangan biarkan kita menjadi tamu di rumah sendiri, mari bersama-sama maju, meningkatkan pendidikan, dan berjuang di tengah masyarakat kita."
Baca Juga: Sekda Purwakarta: Ponpes Al-Muhajirin Punya Kontribusi Besar Cetak SDM Berkualitas
Hj Ifa Faizah Rohmah dengan harapan bahwa generasi muda Indonesia akan terus mewarisi semangat perjuangan dan membangun masa depan yang cerah. ***




