POJOKSATU.id, Purwakarta - M Fajar, Ketua Forum Cinta Demokrasi (FCD) terus bersuara keras dengan kehadiran artis atau pelawak di DPD RI dari Jawa Barat. Dia mencibir, artis atau pelawak hanya sebagai benalu pemilu.

‘’Mereka hanya mengandalkan popularitas untuk mendulang suara saja. Mereka populer, tapi licik. Mereka tidak memiliki prinsip etika dalam berpolitik sehingga banyak mengkhianati rakyat yang telah memberikan suara sehingga sukses di Senayan,’’ tegas Fajar.

Benalu pemilu, kata Fajar, merusak demokrasi. Terbukti, ada seorang anggota DPD RI yang dua periode duduk di Senayan, tidak ada sumbangsih pada warga Jawa Barat. Padahal, jutaan suara warga menyimpan harapan padanya.

‘’Dia telah menjadi sosok yang serakah, tidak tahu diri, dan menjadi beban bagi negara. Dia mirip benalu yang tidak tahu terima kasih pada suara rakyat yang memberikan kehidupan padanya,’’ kata Fajar tanpa menyebut nama siapa komedian itu.

Fajar pun kembali menegaskan, pada Pemilu 2024 ini juga masih ada pelawak dan artis yang menghias surat suara DPD RI dari Jawa Barat.

Baca Juga: Jenderal Baskom: Pahalanya Tinggi kalau Coblos No 34 Ifa Faizah Rohmah

‘’Jangan dipilih! Mereka sudah pasti berkhianat pada rakyat. Ini sudah terbukti,’’ tegas Fajar.

Fajar pun berharap, semoga warga berhati-hati pada calon-calon DPD dari komedian dan artis yang bakal jadi benalu negara, benalu rakyat, benalu cita-cita Indonesia yang maju.

Pemilu 2014 ini, kata Fajar yang juga guru, harus jadi momentum penghakiman terhadap calon DPD yang tidak pernah berpihak kepada rakyat dan benalu di pusat-pusat kekuasaan.

‘’Belajar dari pemilu-pemilu lalu, dimana pesta demokrasi lima tahunan hanya menghasilkan benalu-benalu bangsa tak bermoral,’’ ujar Fajar.

Ketua FCD ini juga menyerukan agar Komisi Pemilihan Umum (KPU) di semua tingkatan jangan memanjakan calon artis dan komedian.

Hal ini perlu dilakukan KPU karena rakyat susah memilah dan memilih seiring masifnya pencitraan dan kuatnya popularitas.***