POJOKSATU.id, Purwakarta - Pemilu tinggal menghitung hari. Selain rakyat harus memilih siapa presiden dan wakil presiden, calon legislatif atau caleg, masyarakat juga wajib mencoblos surat suara DPD RI.
Masyarakat harus pintar dan bijak memilih setiap calon. Jangan terlalu terbuai dengan popularitas seorang calon, terutama dari kalangan artis dan pelawak yang banyak menghiasi surat suara di DPRD, DPR RI, hingga DPD.
Narasi itu keluar dari bibir inisiator dan Jenderal Gerakan Baskom Atmaja Supriadi. Banyak artis dan pelawak yang terjun dalam kontestasi pemilu hanya bermodalkan popularitas atau ketenaran.
Banyak yang hanya berjudi dengan suara rakyat, tanpa mau mengabdi.
Gerakan Baskom adalah program sayap pendukung Ifa Faizah Rohmah. Gerakan ini lahir untuk penguatan Ifa Faizah Rohmah agar terpilih ke Senayan sebagai senator dari Jawa Barat.
Ifa sendiri salah satu tokoh muslimah di Jawa Barat yang sudah mengabdikan diri di dunia pendidikan dan ekonomi kreatif puluhan tahun lamanya.
‘’Wajar jika kami pendukungnya sangat menginginkan calon yang benar-benar terbukti pengabdiannya pada masyarakat Jawa Barat. Percuma pilih artis atau pelawak. Jangan!’’ tegas Atmaja.
Terbukti, lanjut Atmaja, saat kursi DPD Jawa Barat dihuni komedian atau pelawak hanya melemahkan kredibilitas DPD. Padahal, DPD juga institusi terhormat di Senayan.
‘’Apa pernah dengar komedian dari Jawa Barat yang duduk di DPD mampu menyuarakan lebih keras aspirasi daerah? Tidak terasa kan?'’ tanya Atmaja lagi.
Apakah benar artis atau komedian tidak memiliki kepedulian rakyat? Atmaja menegaskan, umumnya artis terbiasa hidup mewah dan bergaya hidup kelas atas. Ini tentu kontras dengan rakyat yang banyak kesusahan makan, berobat, atau akses pendidikan.
‘’Jangan-jangan artis hanya menjadikan amanah rakyat sebagai bisnis sampingan. Kalau memang niat mereka begitu, kenapa tidak bisnis kuliner saja sih?’’ tegasnya lagi.
Atmaja mengingatkan saat suara rakyat mengalir deras ke salah satu pelawak di DPD Jawa Barat. Suara yang diperoleh komedian itu lebih dari 4 juta.
‘’Tapi selama dua periode di DPD, rakyat Jabar dapat apa dari suara dia di Senayan? Masak kita nggak kapok’’ kata Atmaja.
Atmaja memahami kalangan artis dan pelawak kurang memiliki kapasitas dan pengetahuan tentang pengawasan pemerintahan Para artis atau komedian terbiasa dengan isu di dunia hiburan dan drama-drama.
Seperti diketahui, di DPD Jabar menghias tiga selebritas yang berusaha merebut simpati rakyat. Mereka pesohor dunia hiburan yang akan memperebutkan 4 kursi anggota DPD, berdasarkan UU Pemilu Nomor 7 Tahun 2017.***



