POJOKSATU.id, Purwakarta - Hari Bambu Sedunia 2025, Wabup Purwakarta Abang Ijo Berharap Arboretum Bambu Linuhung Jadi Pusat Edukasi dan Konservasi

Dalam rangka memperingati Hari Bambu Sedunia 2025, bertempat di Arboretum Bambu Linuhung SDN 2 Cikopo, Kabupaten Purwakarta meresmikan Arboretum Bambu, sebuah kawasan yang didedikasikan untuk konservasi dan edukasi mengenai berbagai jenis tanaman bambu.

Peringatan hari bambu sedunia ini di buka secara langsung oleh Kadisdik Jabar H Purwanto mewakili Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk perwakilan pemerintah Kabupaten Purwakarta dan Provinsi Jawa Barat, serta para guru, murid, dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Purwakarta Abang Ijo Hapidin mewakili Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein menyampaikan bahwa bambu memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia, baik sebagai bahan bangunan, alat musik, kerajinan, maupun sumber pangan.

Lebih dari itu, bambu memiliki kemampuan luar biasa dalam menyerap karbon dan mencegah erosi tanah, menjadikannya solusi alami yang berkelanjutan dalam menghadapi tantangan krisis iklim.

"Keberadaan Arboretum Bambu di SDN 2 Cikopo ini merupakan upaya untuk menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap tanaman bambu," ujar Abang Ijo, Kamis (18/09/2025).

"Kawasan ini juga dimaksudkan sebagai konservasi berbagai jenis bambu yang ada di dunia, sehingga anak-anak dapat mengenal langsung jenis-jenis bambu yang ditanam di sini."

Selain sebagai pusat konservasi, arboretum ini diharapkan dapat menjadi kawasan edukatif dan rekreatif.

Para siswa, guru, dan masyarakat dapat belajar dari karakteristik unik tanaman bambu.

Abang Ijo juga menyoroti filosofi bambu yang tumbuh subur di bawah tanah selama empat tahun pertama sebelum akhirnya menjulang tinggi ke langit.

"Belajarlah dari pohon bambu," pesannya. "Jika kita ingin menjadi orang hebat dan besar, kita harus membangun pondasi yang kuat terlebih dahulu."

Ia berharap peringatan hari bambu ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam melestarikan bambu sebagai warisan budaya, mendukung pengrajin lokal untuk menghasilkan produk bernilai ekonomi tinggi, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya bambu bagi masa depan.

Sebagian penutup, Abang Ijo mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam acara ini.

Diharapkan, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga kelestarian alam dan memberdayakan bambu sebagai sumber kehidupan.***