POJOKSATU.id, Purwakarta – Staf Kang Dedi Mulyadi (KDM) mengalami kecelakaan tunggal saat keluar gerbang tol Jatiluhur, mobil bagian depannya hancur parah.

Kendaraan jenis fortuner hitam tersebut mengalami kecelakaan tunggal tidak jauh dari gerbang tol jatiluhur, menabrak pembatas jalan.

Mobil fortuner yang dikendarai oleh Darman itu, membawa salah satu Staf KDM yang baru saja dari Bandung menuju pulang ke rumahnnya di Purwakarta.

Kemungkinan penyebab terjadinya kecelakaan tunggal tersebut akibat sopir mengantuk, beruntung dalam kecelakaan tersebut tidak ada korban jiwa.

Selain mengantuk, kemungkinan lainnya yaitu kurangnya penerangan di lokasi terjadinya kecelakaan juga tidak ada rambu-rambu di lokasi kecelakaan.

Staf KDM yang mengalami kecelakaan tunggal tersebut Hasyim, orang kepercayaan KDM selama bertahun-tahun selalu menjalankan tugas dari KDM.

Menurut Hasyim, kecelakaan itu saat usai membayar e-tol di gerbang keluar tol jatiluhur, setelah meluncur keluar kendaraan kemudian langsung menabrak pembatas jalan.

“Tadi malam sekitar pukul 23.00 WIB,” kata Hasyim ajudan KDM, saat dihubungi pojoksatu.id via seluller, Kamis (11/09).

Masih kata Hasyim, setelah membayar tol, sopir sepertinya mengantuk sehingga mobil yang dikendari sopir bernama Darman itu menghantam pembatas jalan.

“Sekitar 200 meter setelah keluar gerbang tol, sopir mengantuk. Sehingga menabrak pembatas jalan yang ada di tengah,” tambah Hasyim.

Selain itu, Hasyim juga menyayangkan kurangnya penerangan di lokasi kecelakaan tersebut juga tidak ada rambu-rambu.

“Kabarnya sih dilokasi sering kejadian kecelakaan menabrak pembatas jalan tersebut, itu juga harus jadi perhatian serius pihak jasa marga,” jelas Hasyim.

Namun dirinya masih bersyukur karena tidak ada korban jiwa, juga tidak ada korban luka-luka serius yang dialami dirinya dan juga sopirnya.

“Hanya luka ringan, lutut kaki aja agak memar dan bengkak. Mungkin akibat benturan di dalam mobil,” beber Hasyim.

Walaupun hanya mengalami luka-luka ringan, tapi untuk kendaraan mobil fortuner bagian depannya terlihat hancur akibat benturan dengan pembatas jalan.

“Diperkirakan untuk perbaikan mobil bisa mencapai puluhan juta rupiah,” tutup Hasyim, mengakhiri pembicaraan.

Beruntung staf KDM tersebut menggunakan mobil fortuner yang cukup tinggi, walaupun mengalami kerusakan parah pada bagian depan mobilnya tidak ada korban jiwa.

Bila saja mobil yang mengalami kecelakaan itu mobil yang lebih kecil, bila melihat kondisi mobilnya, tidak menutup kemungkinan akan ada korban jiwa atau minimalnya luka-luka serius.***