POJOKSATU.id, PURWAKARTA - Musyawarah Gusdurian Purwakarta, yang digelar di Pondok Pesantren Al-Asy'ari pada Rabu, 1 Februari 2024, telah menetapkan Dion Murdiono sebagai Koordinator untuk melanjutkan pergerakan Gusdurian Purwakarta ke depan.

Pemilihan ini dianggap sebagai wujud kepedulian terhadap isu keberagaman di Purwakarta.

Dalam suasana musyawarah yang penuh kekeluargaan, para anggota Gusdurian Purwakarta memiliki kesempatan untuk menyampaikan pendapat, argumentasi, dan pandangan mereka terkait kelangsungan gerakan ini.

Aroka Fadli, mantan koordinator Gusdurian Purwakarta periode 2017-2023, menitipkan harapannya kepada koordinator baru agar terus melakukan regenerasi dan menjaga nilai-nilai Gusdurian.

Baca Juga: Puncak Acara Gebyar Milad dan Haul Al Muhajirin Purwakarta yang ke-31

Gusdurian Purwakarta, sebagai kelompok yang meneruskan perjuangan Gus Dur, berkomitmen untuk menjalankan agenda seperti Kelas Pemikiran Gus Dur (KPG), diskusi, bedah buku, dan silaturahmi dengan tokoh-tokoh ulama lintas agama dan budaya.

Dion Murdiono menyampaikan harapannya agar Gusdurian Purwakarta dapat lebih aktif dan berkomitmen terhadap nilai-nilai prinsip Gus Dur, terutama kesembilan nilai Gusdur.

"Saya ucapkan terima kasih atas segala kepercayaannya, mohon kerjasamanya juga karena kedepannya kita akan terus melakukan banyak sekali agenda-agenda yang membumi kembali prinsip dan pemikiran Gus Dur di Purwakarta," ucap Dion Murdiono.

Baca Juga: Jutaan Batang Rokok Tanpa Cukai Dimusnahkan Kejari Purwakarta, Pengusahanya Pasti Tepuk Jidat Karena Nilainya Mencapai Milyaran

Sebelumnya, Gusdurian Purwakarta telah menggelar diskusi bedah buku Gus Dur "Tuhan Tidak Perlu Dibela" sebagai implementasi penyampaian nilai-nilai keberagaman Gus Dur lewat karya bukunya.

Gusdurian merupakan kelompok yang berfokus pada isu-isu seperti ketauhidan, kemanusiaan, keadilan, demokrasi, kesetaraan, pembebasan, kesederhanaan, persaudaraan, kesatriaan, maupun kearifan tradisi. ***