Ga Ada Ahlak Gempungan Di Area Sekolah Saat Para Siswa Tengah Ujian, Bupati Purwakarta Harus Minta Maaf ke Para Pelajar

bupati purwakarta
Bupati Anne Ratna Mustika dan para pejabat Purwakarta saat melakukan gempungan di area sekolah SMPN 2 Pasawahan, acara gempungan itu mengganggu para siswa yang tengah Ujian.

POJOKSATU.id, PURWAKARTA – Gempungan yang dilakukan oleh Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika mendapatkan kritikan keras dari Ketua Gerakan Masyarakat Peduli Bangsa (GMPB), karena gempungan beralngsung saat anak sekolah sedang melakukan ujian.


Menurut Asep, seharusnya Anne terlebih dahulu cros cek lokasi gempungan yang ada di area sekolahan, bila tengah belajar seperti hari-hari biasa mungkin masih bisa di tolelir, namun saat gempungan pagi tadi anak-anak pelajar itu tengah melangsungkan ujian.

“Kasihan mereka tengah ujian, pasti terganggu dengan acara gempungan. Apalagi musik yang diperdengarkan sangat keras, sehingga mengganggu konsentrasi para pelajar. Ga ada ahlak mereka mengorbankan konsentrasi anak didik yang tengah ujian,” kata Asep, melalui sambungan seluller, Rabu (07/12).

Masih menurut Asep, pihak-pihak terkait yang terlibat dalam acara gempungan itu seharusnya mendapatkan teguran dan sanksi penuh dari Bupati, dari mulai kepala desa, Camat, Kepala Dinas DMPD, Dinas BKBPP, Kabag Umum hingga Protokoler.


“Ambu harusnya malu dan meminta maaf kepada para siswa yang terganggu konsetrasinya, karena melaksanakan kegiatan gempungan di area pendidikan,” jelas Asep.

Selain itu, pihak sekolah juga harus ikut bertanggungjawab, karena bila tidak ada izin dari kepala sekolah pastinya gempungan itu tidak akan dilaksanakan di sekolah tersebut.

Baca Juga : Masalah Hutang DBH 28 Milyar Sudah Dijelaskan Sekda, Embu Anne Ibu dari Anak-anak Saya, Ada Orang Bolak Balik Minta Uang Ke Dedi Mulyadi

“Ini juga harus jadi perhatian serius kepala dinas pendidikan, kalau bisa copot jabatan kepala sekolah SMPN 2 Pasawahan karena seenaknya memberikan izin acara gempungan,” tambah Asep.

Asep juga menekankan agar Bupati beserta para pejabat yang hadir di acara gempungan agar meminta maaf secara terbuka, karena telah mengganggu kegiatan ujian para siswa di sekolah tersebut.

“Harus minta maaf, karena ini murni kesalahan para anak buah bupati yang tidak becus mengondisikan lokasi gempungan. Jangan sampai Anne di cap sebagai bupati yang tega mengorbankan anak-anak pelajar, sebagai masa depan bangsa,” tutup Asep.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Purwanto, belum memberikan keterangan secara resmi dengan adanya acara gempungan di areal sekolah yang tengah melakukan ujian.

Begitupun dengan Ervin, selaku Kabid Pendidikan Dasar pada Dinas Pendidikan, saat di hubungi via selulller tidak mau mengangkat telephon, begutu juga dengan pesan yang dikirim tidak berbalas. (Ade Winanto / pojoksatu)