Ini Jawaban Dedi Mulyadi, Salah Satu Dasar Gugatan Cerai Anne Yaitu ‘Syariat Islam’, Siapa Guru Ngaji Bupati Purwakarta?

dedi mulyadi
Mantan Bupati Purwakarta yang kini menjabat Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Dedi Mulyadi datang ke Pengadilan Agama naik Ojek Online (Ojol).

POJOKSATU.id, PURWAKARTA – Ada yang menarik atas pernyataan Dedi Mulyadi saat usai sidang gugatan cerai beberapa hari yang lalu, yaitu berkaitan dengan istrinya Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika saat menyinggung masalah Syariat Islam.


Tuduhan Neng Anne soal syariat islam ternyata cukup mendalam, sehingga memicu reaksi keras dari Dedi Mulyadi, yang dulu pernah menjabat sebagai Ketua Cabang Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Purwakarta.

Dedi kemudian memberikan sedikit contoh tentang masalah syariat islam, yang seharusnya dijalankan oleh seorang istri terhadap suaminya tapi di langgar.

“Ambu (panggilan Dedi Mulyadi kepada Anne Ratna Mustika) berangkat umroh bersama keluarga, anak dan guru ngajinya. Saya masih suami yang sah, Ambu tidak meminta izin dulu saat berangkat umroh. Apakah itu di bolehkan dalam syariat islam,” jelas Dedi, yang terlihat sensitif ketika bicara masalah Akidah saat dihubungi via seluller, Jum’at (18/11).


Kemudian, lanjut Dedi Mulyadi, yang juga mantan Bupati Purwakarta dua priode itu, menyesalkan atas tuduhan Anne yang menggunakan salah satu dasar menggugat cerai dirinya dengan syariat islam.

Selain itu, guru spiritualnya atau guru ngaji Anne saat berangkat umrohpun tidak ada komunikasi, tidak memberitahunya apalagi meminta izin kepada dirinya yang masih sah sebagai suami dari Anne Ratna Mustika.

Baca Juga : Dedi Mulyadi Ke Pengadilan Agama Naik Ojol, Jawab Semua Tuduhan Bupati Purwakarta Secara Santai

Kemudian, Dedi juga menyesalkan atas keberangkatan Ambu yang berangkat umroh bareng dengan guru ngajinya, hal itu seperti disampaikan saat usai sidang di pengadilan agama Rabu yang lalu.

“Dan guru ngajinya seharusnya bertanya pada saya sebagai suami, ini istrinya mau pergi dengan saya bagaimana boleh atau tidak. Tugas guru ngaji itu mendamaikan bukan memberikan hukuman pada seseorang. Jadi misal ada murid di pengajiannya bermasalah, tugas guru ngaji mendamaikan, telepon saya ‘ini istrinya ngadu ini’, begitu. Bukan sekadar ngasih air doa agar anaknya lupa sama bapaknya, itu tidak boleh,” kat Kang Dedi Mulyadi, saat usai sidang Rabu (16/11).

Dalam ajaran agama Islam, suami memiliki derajat yang sangat tinggi. Saking tingginya derajat seorang suami, dalam hadist nabi sampai disebutkan bila diperbolehkan bersujud selain kepada ALLAH SWT, maka itu seorang suami.

Jika aku boleh menyuruh seseorang untuk sujud kepada orang lain, tentu aku akan menyuruh seorang istri untuk sujud kepada suaminya.” (HR. Ahmad, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Seperti diketahui, pada Rabu (16/11) kemarin sidang gugatan cerai yang dilayangkan Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika kepada Dedi Mulyadi, kembali di gelar di pengadilan agama purwakarta. (Ade Winanto / pojoksatu)