Pernyataan Dedi Mulyadi Menohok Anne, Bila Dipribahasakan ‘Habis Manis Sepah Dibuang’

dedi mulyadi
Dedi Mulyadi usai sidang gugatan cerai agenda mediasi di pengadilan agama purwakarta, pernyataannya menohok Anne Ratna Mustika.

POJOKSATU.id, PURWAKARTA – Ada yang menarik dari ucapan Dedi Mulyadi usai sidang mediasi di Pengadilan Agama (PA) Purwakarta.


Jika di-paribahasakan, pernyataan Dedi Mulyadi itu cukup menohok serupa ‘habis manis sepah dibuang’.

Dedi Mulyadi memberikan pernyataan resmi ke puluhan media yang sudah menunggunya, saat usai sidang ke tiga dengan agenda mediasi di Pengadilan Agama Purwakarta.

Diduga, ucapan itu merupakan sindiran Dedi Mulyadi yang ditujukan kepada Anne Ratna Mustika.


Seperti diketahui Dedi Mulyadi digugat cerai Anne Ratna Mustika yang juga Bupati Purwakarta.

“Saya pernah jadi wakil bupati 5 tahun, jadi bupati 10 tahun, selama menjabat gak pernah gugat cerai. Tapi begitu saya tidak jadi bupati, istri jadi bupati, saya digugat cerai,” ujar Dedi Mulyadi, Kamis (27/10).

Pernyataan tersebut sontak membuat para awak media terdiam sesaat.

Baca juga : Bupati Lihat Nih, Belasan Anak Pelajar dan Warga Di Purwakarta Setiap Hari Bertaruh Nyawa Sebrangi Sungai 

Dedi Mulyadi datang ke Pengadilan Agama tanpa dikawal oleh siapapapun.

Dirinya datang ke Pengadilan Agama menggunakan angkutan umum (Angkot) dua menit sebelum sidang mediasi dimulai.

“Saya ke sini aja naik mobil angkot (angkutan kota), pulang juga nanti naik angkot lagi,” tambah Dedi Mulyadi.

Sementara Anne Ratna Mustika, datang dikawal beberapa sekpri-nya dan beberapa anggota Satpol PP.

Berdasarkan informasi yang diterima, sidang gugatan cerai akan dilanjutkan kembali pada 8 November 2022.

Sidang akan datang itu rencananya hanya akan dihadiri oleh Anne Ratna Mustika.

Kemudian setelah sidang 8 November, dua minggu kemudian sidang lanjutan yang hanya akan dihadiri tergugat (Dedi Mulyadi). (Ade Winanto/pojoksatu)