Bukti Bupati Purwakarta Mulai Ditinggalkan Pendukungnya, Sampai Kepala Desa Satu Kecamatan Kompak Tak Hadiri Acara Anne

bupati purwakarta
Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika saat memberikan sambutan di acara gempungan di Tegalwaru, tampak salah satu stand pelayanan gempungan sepi pengunjung (kursi kosong) hanya petugas yang sedang asik ngobrol.

POJOKSATU.id, PURWAKARTA – Perlahan tapi pasti pamor Bupati Anne Ratna Mustika mulai mulai surut, warga mulai enggan mendatangi acara-acara yang digelar seperti gempungan. Hal itu kuat dugaan efek Bupati Purwakarta gugat cerai Dedi Mulyadi, sehingga ditinggalkan masanya.


Dalam dua pekan ini, ada dua kejadian gempungan yang cukup mengejutkan, karena Anne mulai terlihat di tinggalkan warga masyarakat dan pendukungnya.

Gempungan minggu lalu, di Desa Cilangkap Kecamatan Babakan Cikao, hampir semua kepala desa yang ada di Kecamatan tersebut tidak hadir, padahal orang nomor satu di purwakarta tersebut hadir diiringi oleh para pejabat, ASN dan pegawai Pemda.

“Di Kecamatan Babakan Cikao (BBC) ada 9 Desa, semua kepala desa tidak hadir saat gempungan minggu lalu,” kata salah seorang pejabat Purwakarta, melalui sambungan seluller, Selasa (18/10) yang meminta namanya tidak disebutkan.


Kemudian untuk hari ini, Selasa (18/10) Bupati Purwakarta kembali melakukan gempungan di Desa Tegalsari Kecamatan Tegalwaru, hampir separuh kepala desa juga tidak hadir.

Bukan hanya itu, dari informasi yang diterima dilapangan, antara warga yang hadir dengan para pegawai Pemda baik itu Pejabat, ASN, THL dan para staf dari kecamatan ternyata lebih banyak mereka.

Baca Juga : Lapor ke Polda Jabar Terkait Pencemaran Nama Baik, Bupati Purwakarta Anne Ratna Akui Bawa 11 Bukti-bukti Ini

“Untuk kepala desa yang hadir ada 7 kepala desa dari 13 desa di Kecamatan Tegalwaru. Hampir separuhnya tidak hadir,”kata salah seorang kepala desa yang hadir di lokasi, saat dihubungi pojoksatu.id via seluller, Selasa malam (18/10).

Sementara untuk warga yang hadir, walaupun sudah ada pemberitahuan akan ada gempungan dan dihadiri oleh Bupati, yang hadir paling sekitar 150 warga. Itupun warga dari beberapa desa yang ada di Kecamatan Tegalwaru.

“Kalau bahasa sundanya acara gempungan yang dihadiri Bupati ‘Camplang’ (hambar), malah sepertinya lebih banyak para pegawai pemdanya (Pejabat, para Staf, ASN, dan THL) daripada masyarakat yang hadir dilokasi,” tutupnya, mengakhiri pembicaraan melalui pesan Whatsapp yang meminta namanya tidak disebutkan.

Baca Juga : Dedi Mulyadi Salah Apa Bupati Purwakarta ‘Keukeuh’ Gugat Cerai, Ibarat ‘Kacang Lupa Kulitnya’

Seperti diketahui, pasca Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika menggugat cerai Dedi Mulyadi, banyak warga yang mulai menyayangkan langkah yang diambil oleh bupati cantik tetsebut.

Apalagi, kultur adat dan budaya di negeri ini terutama di tanah sunda, masih memegang adat istiadat yang kuat. Sehingga bila ada wanita (seorang istri) melakukan gugat cerai, warga di pelosok pedesaan tanah sunda menyebutnya hal yang ‘tabu’.

Sehingga, perlahan tapi pasti Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika mulai ditinggalkan oleh warga dan para pendukungnya. (Ade Winanto/ pojoksatu)