Bojong Berduka Ditimpa Longsor dan Banjir, Warganya Lebih Berduka Dengar Bupati Anne Gugat Cerai Dedi Mulyadi

dedi mulyadi
Wakil ketua komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi dan Bupati Purwakarta Anbe Ratna Mustika. Bawah foto kebun saturan milik petani yang kebanjiran.

POJOKSATU.id, PURWAKARTA – Bojong berduka, beberapa wilayah di Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta tertimpa longsor dan banjir. Tapi warganya lebih berduka, mendengar Bupatinya gugat cerai Dedi Mulyadi.


Yang saat ini terdata, ada satu sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan dua rumah warga terkena longsor, tidak ada korban jiwa dalam kejadian bencana alam tersebut. Diperkirakan kerugian materi dalam kejadian longsor itu mencapai ratusan juta rupiah.

Kejadian longsor dan banjir terjadi di beberapa Desa yang ada di Kecamatan Bojong. Salah satunya di Desa Cibingbin, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta. Hingga malam ini, para aparat desa setempat masih melakukan pembersihan puing-puing akibat longsor sore tadi.

Hal itu dibenarkan oleh Kepala Desa Cibingbin, H. Deni, saat dihubungi via seluller longsor terjadi pasca hujan lebat yang terjadi di Desa Cibingbin.


“Saya masih berada di lokasi, sedang membersihkan material longsoran,” kata Deni, melalui sambungan telephon, Jum’at malam (07/10).

Masih kata Deni, di Desa Cibingbin ada dua rumah warga masyarakat dan satu sekolahan madrasah, yang terkena bencana longsor.

Baca Juga : Maaf Tidak Ada Kata Damai Bupati Purwakarta Bersikeras Gugat Cerai. Dedi ; Mun Kasep Mah Moal Di Picen

“Kalau dihitung kerugian diperkirakan untuk sekolah madrasah sekitar 100 jutaan, kemudian dua rumah warga sekitar 30 jutaan rupiah,” tambah Deni, merinci perkiraan kerugian materi akibat bencana longsor tersebut.

Dalam kejadian longsor itu, Deni selaku kepala desa memastikan bahwa tidak ada korban jiwa, karena saat kejadian sekolah madrasah sudah tidak ada aktifitas kegiatan belajar mengajar.

“Kejadiannya sore tadi, jadi para siswa sudah berada di rumah masing-masing. Begitupun dengan dua rumah yang terkena longsor, tidak ada korban jiwa,” tutup Deni mengakhiri pembicaraan.

Baca Juga : Pesan Menohok Dedi Mulyadi Ini Buat Ambu Anne? Harusnya Saling Melengkapi, Bukan Memperlihatkan Kekurangan

Sementara untuk penyebab longsor sendiri kemungkinan akibat curah hujan yang tinggi, sementara akibat melimpahnya air hujan tanah penahan air tidak kuat sehingga terjadilah longsor.

Terpisah, selain longsor yang terjadi di Desa Cibingbin tersebut, juga petani mengalami nasib yang mengenaskan karena tanaman sayuran yang ditanamnya kebanjiran.

Dari video yang diterima redaksi pojoksatu.id, diperkiralan ada hektaran tanaman sayuran milik petani yang terendam air akibat dari aliran sungai yang meluap.

Luapan air tersebut kemudian menerjang ke kebun milik para petani, yang tengah menanam sayuran, sehingga tanaman tersebut praktis terendam banjir.
Diperkirakan ketugian petani mencapai puluhan juta rupiah, karena tanaman sayuran yang terkena luapan banjir belum menghasilkan.

Baca Juga : Siap Gantikan Ambu Anne Dampingi Dedi Mulyadi, Gadis sampai Nenek-nenek Banyak yang Antre

Dari video yang diterima, lokasi tanaman milik petani yang terendam banjir tersebut juga berada di Desa Cibingbin, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta.

Di musim penghujan ini, para warga masyarakat agar selalu waspada, karena ada beberapa tempat atau wilayah berpotensi terjadinya longsor juga banjir.

Salah seorang warga yang memberikan kabar terjadinya longsor dan banjir di Bojong berseloroh, Kecamatan Bojong tengah berduka akibat longsor dan banjir, tapi kami lebih berduka mendengar Bupati Anne gugat cerai Dedi Mulyadi. (Ade Winanto / pojoksatu)